Wisatawan Pingsan Usai Hantam Dinding Jalur Penyelamat di Mojokerto

Published by on

PACET, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kehati-hatian ekstra masih harus diterapkan pengguna jalan yang melintas di Jalur Pacet-Cangar. Kemarin (28/5), sejumlah wisatawan bermotor matic mengalami rem blong. Kerasnya benturan sampai membuat salah satu korban kehilangan kesadaran.

Kepadatan arus lalu lintas terpantau di kawasan wisata Kecamatan Pacet pada libur akhir pekan kemarin. Tak sedikit di antaranya yang naik turun di jalur tengkorak penghubung Mojokerto-Batu. Kondisi demikian diikuti dengan tingginya potensi kecelakaan akibat rem blong.

Kelompok relawan Welirang Community Rescue mencatat, dua kejadian rem blong berlangsung di tikungan Gotean dan rest area Sendi. Kejadian pertama dialami dua pemotor berboncengan pukul 09.33. Motor Honda Scoopy yang mereka kendarai meluncur tak terkendali. ”Pemotor selamat setelah menghantam dinding sekam jalur penyelamat,” kata anggota relawan, Made Zakaria.

Benturan keras membuat salah satu korban hilang kesadaran. Made menyebut, korban yang merupakan seorang perempuan muda itu pingsan setelah berbenturan dengan dinding sekam. Oleh relawan yang bersiaga di lokasi, dia segera dilarikan ke RSUD Sumberglagah, Pacet, untuk mendapat penanganan medis. ”Untuk korban satunya tidak mengalami luka,” imbuhnya.

Selang beberapa jam kemudian, kecelakaan akibat rem blong dialami dua wisatawan berboncengan motor matic di turunan sekitar rest area Sendi. Dipastikan, tak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini. Setelah beristirahat di lokasi, keduanya kembali melanjutkan perjalanan.

Sementara itu, pihak Dishub Jatim selaku pengelola jalan telah mewanti-wanti agar wisatawan ekstra hati-hati saat melintasi jalur Pacet-Cangar. Pengguna jalan baik mobil maupun motor diimbau minimal dua kali beristirahat untuk menghindari panas berlebih pada perangkat rem kendaraan. Khususnya pengguna tipe motor matic sebisa mungkin tidak melewati jalur curam tersebut.

”Pengendara motor matic yang belum pernah melewati jalan ini, jangan sekali-kali nekat melintas. Sebab, kecelakaan rem blong terjadi karena pengguna jalan tidak kenal medan dan memaksakan terus berkendara tanpa mendinginkan kendaraan,” tandas Kepala UPT P3 LLAJ Mojokerto Yoyok Kristyowahono. (adi/ron)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *