Warga Pacet Mojokerto Penggadai Emas Palsu Dituntut Ringan

Published by on

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Rofi’i, 50, pemilik emas palsu yang telah menipu beberapa kantor pegadaian hingga di Mojokerto dituntut ringan dengan pidana 1 tahun penjara. Warga Dusun Wonokerto, Desa Warugunung, Kecamatan Pacet, itu beraksi dengan cara menukar emas asli menggunakan emas palsu saat di pegadaian. Dia juga memalsukan KTP dan nota pembelian perhiasan gelang dengan cara fotokopi warna.

Rofi’i saat ini mendekam di Lapas Kelas II-B Mojokerto. Dia menghadapi sidang tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto pada Rabu (3/5). ”Menuntut terdakwa dijatuhi pidana penjara 1 tahun,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kabupaten Mojokerto Alaix Bikhumil Hakim.

Rofi’i didakwa dengan Pasal 264 Ayat 2 subsider Pasal 263 Ayat 2 KUHP tentang pemalsuan surat atau Pasal 378 KUHP tentang penipuan. Dalam aksinya, dia telah berhasil menipu pegawai Pegadaian Dlanggu hingga mengakibatkan kerugian Rp 14 juta. Terdakwa membawa dua jenis gelang perhiasan yang bentuknya sama persis. Yang palsu ia simpan di saku sedangkan yang aslinya diserahkan ke pegawai pegadaian. Terdakwa lantas menukar perhiasan gelang yang hendak digadaikan itu dengan jenis yang palsu saat pegawai lengah. Modus itu diulanginya di Pegadaian Mojosari pada 12 Januari lalu.

Namun, aksinya kali ini gagal total. Dia justru jadi bulan-bulanan masa dan berakhir di penjara. Kegagalannya itu berawal ketika pegawai pegadaian curiga dengan nota pembelian emas yang terdakwa bawa. Dalam dakwaannya, Alaix mengungkap Rofi’i memalsukan surat bukti pembelian itu dengan cara difotokopi berwarna. ”Terdakwa beli emas di Toko Mas Ramayana lalu nota pembelian difotokopi berwarna dan tulisannya dihapus dengan stipo. Kemudian nota itu difotokopi lagi,” jelasnya.

Dalam aksinya, terdakwa juga membuat KTP palsu atas nama Sanadi, warga Dusun Sumberjati, Desa Sawo, Kecamatan Kutorejo. Pegawai Pegadaian Mojosari mendapati ketidakcocokan antara identitas KTP tersebut dengan nota yang diserahkan. Dari pemeriksaan transaksi yang dilakukan, terungkap nama Sanadi pernah melakukan penipuan di Pegadaian Dlanggu. (adi/ron)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *