Utak-atik Benteng Pertahanan Tim Sepak Bola Kabupaten Mojokerto

Published by on

Cari Formula Lini Belakang Terbaik

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Lini pertahanan jadi salah satu fokus pembenahan tim pelatih sepak bola Kabupaten Mojokerto. Menyusul kekalahan telak 4-0 melawan Arema FC dalam laga uji coba akhir pekan lalu. Utak-atik pemain pengisi pos pertahanan pun dilakukan tim pelatih hingga menemukan formula terbaik.

’’Dari situ (uji coba lawan Arema FC) kita dapat banyak pelajaran. Termasuk banyak yang harus kita benahi dan ditingkatkan lagi. Salah satunya lini bertahan kita,’’ ungkap Pelatih kepala tim sepak bola Kabupaten Mojokerto Teddy Arif Prianto.

Dalam laga yang digelar di Lapangan Universitas Brawijaya Sabtu (13/5) itu, lanjut Teddy, pemain belakang tim porprov beberapa kali melakukan kesalahan. Itu kemudian berhasil dimanfaatkan Dendi Santoso dkk menjadi gol. Mulai dari miskomunikasi antar stopper hingga gagalnya penerapan jebakan offside bagi salah satu tim Liga 1 tersebut. ’’Salah satunya gagal bikin offside trap itu, gara-gara satu pemain pergerakannya telat. Karena mereka sudah profesional, langsung dimanfaatkan jadi gol,’’ terang pelatih asal Dawarblandong ini.

Praktis, melihat adanya kekurangan dan celah tersebut tim pelatih berupaya memperbaiki sebaik dan sesegera mungkin. Di laga uji coba berformat 3×30 menit itu juga, tim pelatih berupaya meracik formula terbaik pengisi lini pertahanan. Teddy mengaku, di laga itu juga, ia menemukan satu penyerang sayap yang bisa ditarik ke belakang sebagai stopper. ’’Waktu stopper kita (Reno) cedera, kita coba cari formula yang tepat. (Sementara ini) ada satu winger (Eko) yang bisa jadi stopper. Posturnya juga tinggi. Dan terbukti, di 30 menit ke tiga, kita bisa menahan Arema FC 0-0 (tanpa ada gol tambahan),’’ ujar pelatih berlisensi C ini.

Teddy mengaku, sejauh ini ada empat stopper yang dimiliki skuad Bumi Majapahit. Namun begitu, peluang lebar masih terbuka bagi pemain pos lain untuk mengisi lini belakang. Hingga formula benteng pertahanan tim asuhannya terbentuk. ’’Kita terus cari formula yang terbaik lewat uji coba-uji coba seperti ini. Karena kalau sudah pertandingan (porprov) nanti sudah tidak bisa coba-coba lagi,’’ tukas eks pelatih PSMP ini. (vad/fen)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *