Usulkan Dua Perangkat EWS Sungai di Mojokerto

Published by on

Minimalkan Kerusakan Longsor dan Banjir Bandang

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dampak bencana di Kabupaten Mojokerto terus diantisipasi. BPBD mengajukan penambahan early warning system (EWS) atau radar peringatan dini untuk dipasang di dua zona rawan bencana. Yakni kawasan rawan longsor di Desa Sumberjati, Kecamatan Jatirejo, dan banjir bandang di aliran Sungai Klorak, Desa Kalikatir, Kecamatan Gondang.

Kebutuhan alat deteksi dini EWS tersebut dalam tahap pengajuan ke pihak pemprov. Dengan penambahan perangkat peringatan bencana ini diharap bisa meminimalkan dampak kerusakan dan korban jiwa akibat bencana. ’’Sudah kami ajukan dan tinggal menunggu persetujuan,’’ ujar Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto Yo’ie Afrida Soesetyo Djati, kemarin (19/5).

BPBD telah memasang EWS banjir di Desa Sumberjati. Kampung yang dilintasi Sungai Robah tersebut beberapa kali diterjang banjir bandang. Selain potensi banjir, daerah dataran tinggi ini juga dinilai memiliki tingkat kerawanan longsor tinggi.

Sedangkan, potensi banjir bandang juga mengintai permukiman di sepanjang aliran Sungai Klorak di Desa Kalikatir. Pada 2017 silam, kawasan ini pernah diterjang banjir bandang. Air bah yang berhulu di Pegunungan Anjasmoro menghanyutkan 8 rumah warga, kendaraan, dan hewan ternak. Mengingat kondisi demikian, kebutuhan EWS longsor di Desa Sumberjati dan EWS banjir bandang di Desa Kalikatir mendesak.

Yo’ie mengatakan, selain ke provinsi, pihaknya juga berencana mengajukan penambahan EWS melalui P-APBD tahun ini untuk beberapa zona rawan bencana lainnya. Seperti kawasan Desa Jatidukuh dan Ngembat di Kecamatan Gondang. ’’Kami terus berusaha melengkapi alat EWS sebagai sistem deteksi dini bencana di titik-titik rawan secara bertahap,’’ tandasnya.

Saat ini, ada 12 EWS yang telah disebar di berbagai daerah rawan. Dari selusin EWS itu, dua alat pendeteksi longsor ditempatkan di Desa Jembul, Kecamatan Jatirejo dan Desa Kemiri, Kecamatan Pacet. Sementara itu, 10 perangkat lainnya masing-masing disebar di 9 desa rentan banjir. Meliputi Desa Padusan, Desa Pacet, Desa Kemiri, Desa Sumberjati, Desa Blimbingsari, Desa Sambiroto, Desa Begaganlimo, Desa Dilem, dan Desa Kalikatir. (adi/fen)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *