Tukang Parkir di Solo Berangkat Haji setelah Menabung selama 38 Tahun

Published by on

SOLO – Seorang juru parkir di Kota Solo Sri Suharto dijadwalkan berangkat menunaikan ibadah haji pada tahun ini setelah mengumpulkan dana (menabung) selama sekitar 38 tahun.

Saat ditemui di lokasi ia menjalankan tugasnya sebagai tukang parkir di Jalan Yosodipuro Solo, Rabu, pria berusia 69 tahun ini mengaku menabung sejak tahun 1985, saat awal dia menjadi juru parkir.

“Itu ya hasil parkir. Waktu itu kalau siang saya parkir, kalau malam saya dulu becak,” katanya. Meski demikian, saat ini ia sudah tidak lagi mengayuh becak, karena persaingannya kalah dengan ojek konvensional maupun ojek daring.

Ia mengatakan pada saat masih memiliki dua pekerjaan, pria asal Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar ini bisa menabung sekitar Rp1,5 juta/bulan. Namun, saat ini sudah berkurang. “Terutama sekarang setelah corona, satu hari kadang bisa menyisihkan Rp35.000, kadang Rp38.000,” katanya. Ia mengatakan sudah mendaftar haji pada tahun 2011 dan tahun ini kemungkinan baru bisa berangkat.

Seharusnya, ia dan istri Suminem (58) berangkat bersama pada tahun lalu. Namun, karena kebijakan batasan usia di masa pandemi COVID-19, ia tidak berangkat bersama istrinya. “Istri berangkat sendiri tahun kemarin. Pokoknya kamu nggak usah mikir aku, ini panggilannya Tuhan, itu pesan saya sama istri saya,” katanya.

Saat ditanya mengenai keinginannya untuk naik haji, ia mengatakan haji merupakan panggilan Tuhan. “Saya sudah lama ingin naik haji. Haji kan panggilan Allah,” katanya. (*/antaranews.com)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *