Tradisi Wayangan Pascapanen di Dawarblandong Mojokerto

Published by on

KI dalang Anom Surono membawakan satu fragmen wayang kulit dengan lakon Tumurune Sri Sedana di punden Dusun Sekiping, Desa/Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Rabu (10/5) kemarin. Pentas wayang kulit yang dimainkan di siang hari secara singkat tersebut merupakan rangkaian sedekah bumi dan ritual tola bala.

Gisan, tokoh masyarakat setempat mengatakan, acara wayangan ini rutin digelar setiap tahun pascapanen tiba. Kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur masyarakat terhadap Tuhan yang maha Esa atas limpahan berkat rezeki yang diterima sekaligus permohonan doa agar dijauhkan dari mara bahaya.

Pihaknya menambahkan, acara seperti ini sekaligus melestarikan adat dan tradisi sebagai masyarakat Jawa. Agar, masyarakat desa tidak tercerabut dari akar kebudayaannya. (fan)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *