Teguhkan PMII sebagai Gerakan Intelektual di Mojokerto Raya

Published by on

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Resepsi puncak Halalbihalal Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Cabang Mojokerto di Hall Nine Stars Kantor PCNU Kabupaten Mojokerto, Sabtu (20/5) malam berlangsung khidmat. Diikuti ratusan kader dan alumni, forum silaturahim ini kian meneguhkan eksistensi PMII sebagai gerakan intelektual di Mojokerto raya. Khususnya di usia yang akan menginjak 25 tahun.

Tak sekedar bertatap muka, resepsi juga diselingi beragam acara. Mulai dari pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Ketua KPU Kota Mojokerto, Gus Saiful Amin Sholihin yang ditujukan kepada para muassis NU dan PMII Mojokerto. Tak hanya itu, acara juga disisipi pengenalan sejumlah alumni terhadap kader. Termasuk pula pemutaran video dokumenter kilas balik PMII cabang Mojokerto mulai dari awal berdiri hingga saat ini.

Dalam resepsi itu, turut hadir pula jajaran Forkopimda se-Mojokerto raya, Ketua PC. NU Kabupaten Mojokerto, KH. Abdul Adzim Alawy, dan pengurus PW IKA-PMII Jawa Timur, A. Choliq Baya. Dalam sambutannya, Ketua IKA-PMII Cabang Mojokerto, Hidayat menegaskan bahwa lahirnya PMII di Mojokerto tak lepas dari pergolakan demokrasi era Orde Baru tahun 1998.

Artinya, di usianya ke-25 tahun, PMII Mojokerto mampu melahirkan kader-kader intelektual yang mewarnai di segala bidang. Baik di level Penyelenggara Pemilu, Politisi, Jurnalis, ASN, pemuka agama hingga pendidik. “Kami berharap Halalbihalal kali ini sebagai memontum mengevaluasi kondisi di Mojokerto. Khususnya untuk kader PMII yang masih aktif, di era disrubsi informasi ini dituntut mampu mengimbanginya dengan pengetahuan intelektual yang dimiliki,” ujarnya.

Anggota DPRD Provinsi Jatim ini juga menyampaikan kepada kader yang masih aktif agar tidak terlena dengan kemajuan teknologi. Justru dengan tekonologi dan informasi kader PMII harus pandai-pandai mengendalikan dinamika sosial. “Sudah menjadi kewajiban bahwa sahabat-sahabati yang masih di Kampus harus menjaga idealisme dan mengasah sikap kritis untuk memberi masukan kepada Pemerintah Daerah, memberi alternatif solusi, dan sikap kritis lainnya,” tandasnya. (far)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *