Suguhkan Hiburan dan Dongkrak Perekonomian Kota Mojokerto

Published by on

Rangkaian HUT Ke-200 Kelenteng Hok Sian Kiong

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Masyarakat beramai-ramai menikmati pertunjukan wayang kulit di halaman Kelenteng Hok Sian Kiong, Kota Mojokerto tadi malam. Tak hanya menyuguhkan hiburan, rangkaian kegiatan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-200 Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) di Jalan PB Sudirman, Nomor 1, Kelurahan Sentanan ini juga mampu mendongkrak perekonomian masyarakat.

Selamatan dengan memanjatkan doa bersama dan potong tumpeng menandai bergulirnya rangkaian HUT Ke-200 Kelenteng Hok Sian Kiong. Sebagai pembuka, tadi malam digelar wayang kulit. ”Di samping menjadi kegiatan rutin tahunan, pertunjukan wayang kulit di kelenteng agar bisa menjadi media hiburan bagi masyarakat,” terang Ketua Panitia HUT Ke-200 Kelenteng Hok Sian Kiong, Suryanto.

Sebelum dimulai, ratusan warga yang hadir di halaman kelenteng juga dihibur dengan kesenian campursari. Menginjak malam, masyarakat khidmat menyaksikan wayang kulit dengan lakon Wahyu Sandang Pangan yang dibawakan dalang Ki Suwoto asal Dusun Sasap, Desa Modongan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. ”Tepat pada pukul 24.00, kami laksanakan sembahyang bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas ulang tahun kelenteng yang ke-200,” terangnya.

Bertepatan dengan momen HUT YM Makco Thian Shang Sheng Mu yang ke-1063 juga akan digelar rangkaian Kirab Ritual dan Budaya pada Minggu (14/5). Tak hanya sebagai hiburan, kegiatan yang diikuti 51 kelenteng dari berbagai daerah di Indonesia itu juga mampu mendongkrak perekonomian masyarakat.

Sesuai dengan filosofi kelenteng yang dibangun 1823 dengan nama Hok Sian Kiong ini, yaitu berarti tempat ibadah yang membawa keberuntungan dan kesejahteraan. ”Harapan kami, melalui event Kirab Ritual dan Budaya ini bisa menggerakkan roda perekonomian, utamanya untuk wilayah Kota Mojokerto,” tandasnya.

Dengan digelarnya rangkaian HUT, para pedagang di sekitar kelenteng turut kecipratan hoki. Kemarin, beberapa pedagang dari luar kota juga menjajakan kuliner khas Tiongkok.

Salah satu Zirah, pedagang asal Surabaya yang menjual makanan bakcang. Kudapan tradisional berbahan baku ketan yang terbalut daun bambu itu kemarin laris manis diburu pembeli. ”Bakcang ini makanan khas dari China, rasanya gurih dengan berbagai varian isi,” tandasnya.

Dia mengatakan bersyukur dengan adanya kegiatan event budaya seperti yang digelar di Kelenteng Hok Sian Kiong. Karena selama masa pandemi Covid-19, tingkat penjualan mengalami penurunan yang cukup drastis. ”Setelah kelenteng sudah kembali bisa menggelar event-event seperti ini, kami sebagai pelaku usaha sudah bisa berjualan lagi, sehingga finansial juga mulai bisa membaik,” paparnya.

Selain itu, sejumlah penganan khas Tionghoa lainnya juga ditawarkan pedagang lainnya. Antara lain cakwe dan kompyang yang juga tak kalah jadi favorit pengunjung yang datang ke kelenteng. (ram/ron)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *