Sistem Drainase Utara Sungai Brantas di Mojokerto Dinormalisasi

Published by on

Sepanjang 8,8 Kilometer, Mulai Gedeg hingga Dawarblandong

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Normalisasi sungai yang memicu banjir di sebagian wilayah mulai digarap Pemkab Mojokerto. Setidaknya tujuh titik sungai avour yang berada di wilayah Kecamatan Gedeg, Jetis hingga Dawarblandong bakal dikembalikan fungsi dan bentuknya. Sehingga mampu menampung air agar tidak sampai meluap dan menggenangi pemukiman penduduk.

Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Rois Arif Budiman mengatakan, normalisasi menjadi langkah pemda dalam penanggulangan banjir yang biasa muncul saat musim hujan tiba. Momentum musim kemarau saat ini dinilai Rois cukup membantu persiapan pemda dalam memaksimalkan revitalisasi sungai. Sehingga banjir akibat luapan sungai nantinya bisa diminimalisir dampaknya. ’’Kita sudah koordinasi dengan Camat hingga Pemdes terkait normalisasi di Gedeg hingga Kecamatan Jetis,’’ ujarnya.

Rois menegaskan, normalisasi tersebut nantinya akan berjalan di sepanjang 8,8 km aliran sungai avour Wonoayu yang membentang di tujuh desa di Kecamatan Gedeg dan Jetis. Mulai dari Desa Batankrajan, Pagerejo dan Balongsari di Kecamatan Gedeg hingga Desa Ngabar, Penompo, Canggu dan Desa/Kecamatan Jetis.

Tujuh desa tersebut kerap dilanda banjir, bahkan menjadi langganan setiap tahunnya. Dengan merendam kawasan pemukiman penduduk hingga pertanian warga. Sehingga butuh penanganan cepat agar aktivitas dan perekonomian masyarakat sekitar tak lagi terganggu oleh luapan sungai. ’’Dari kajian memang daerah situ seringkali langganan banjir. kalau panjang alirannya sekitar 8,8 kilometer,’’ tambahnya.

Rencananaya, proses normalisasi akan berjalan mulai akhir Mei hingga Juni atau diestimasikan lebih sekitar dua bulan waktu pengerjaan. Termasuk pula normalisasi waduk di Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong yang sempat beralih fungsi menjadi lahan pertanian. Nantinya juga akan dikembalikan fungsi dan bentuknya seperti semula sebagai tempat penampungan air untuk irigasi pertanian warga sekitar.

’’Paling tidak bulan ini mulai dikerjakan normalisasi bersamaan dengan musim kemarau. Termasuk waduk di Desa Banyulegi dan beberapa saluran irigasi yang berjalan selesainya musim tanam pertama tahun ini,’’ pungkasnya. (far/fen)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *