Satpol PP Kabupaten Mojokerto Keluarkan Surat Peringatan ke Pemilik Tower

Published by on

Dua Menara Telekomunikasi yang Berdiri Tanpa Dilengkapi Izin

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Satpol PP Kabupaten Mojokerto memberikan surat peringatan kepada manajemen Tower Bersama Group atas beroperasinya menara telekomunikasi yang tak mengantongi dokumen perizinan. Itu setelah, hingga 15 hari usai penandatangan komitmen, pengusaha tak kunjung bisa rampungkan perizinan.

Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kabupaten Mojokerto Zaki, mengatakan, pengawasan terhadap dua bangunan tower bodong di wilayah terus dilakukan. Masing-masing yang berada di Desa Jabontegal, Kecamatan Pungging dan Desa Simbaringin, Kecamatan Kutorejo. ’’Sampai sekarang, dua tower itu masih masuk pengawasan kami,’’ ungkapnya.

Hingga kini kedua menara tersebut memang belum kantongi perizinan. Mulai dari PBG, dokumen lingkungan atau SPPL (surat pernyataan pengelolaan lingkungan), hingga surat ketetapan retribusi daerah (SKRD). Sementara fakta di lapangan terungkap jika tower yang berada di Desa Simbaringin, Kecamatan Kutorejo sudah beroperasi. ’’Sesuai komitmen awal, kami akan berikan surat peringatan satu kepada pemilik tower,’’ tegasnya.

Hanya saja, kata Zaki, surat itu kemarin belum bisa dilayangkan kepada pengusaha lantaran masih butuh teken pimpinan. Namun setelahnya bakal segera dikirimkan. Sesuai Permendagri 54 tahun 2011, pihak satpol PP memberikan teguran/peringatan kepada pemilik tower.

Peringatan satu ini berlaku tujuh hari sejak surat itu diberikan. Jika tetap tidak ada perubahan atas dokumen perizinan, pihaknya selaku penegak perda akan bertindak lebih tegas lagi. ’’Setelah tujuh hari, kami akan berikan SP 2, dan selang tiga hari kami keluarkan SP 3, setelah itu dalam satu hari kita lakukan penyegelan,’’ tegasnya.

Di tengah SP dilayangkan, satpol PP juga terus mendorong penguasaha untuk terus berproses melakukan pengurursan izin sebagaimana aturan. Hal itu tak lain bagian dari itikad baik. Sebelumnya, Satpol PP Kabupaten Mojokerto urung melakukan penyegelan terhadap dua menara telekomunikasi yang tak mengantongi dokumen perizinan. Alasannya, pengusaha komitmen akan menyelesaikan perizinan dan menghentikan aktivitas.

Sebelumnya, perwakilan TBG datang memberikan klarifikasi dan keterangan terkait keberadaan menara telekomunikasi di Desa Jabontegal, Kecamatan Pungging dan Desa Simbaringin, Kecamatan Kutorejo. ’’Hari Kamis, 4 Mei kemarin, perwakilan dari TBG (Tower Bersama Group) sudah datang ke kantor,’’ ungkap dia.

Bahwa benar dua tower tersebut milik TBG. Namun, masih dalam proses perizinan. Baik izin operasional di pusat dan PBG/SLF yang menjadi kewenangan daerah. ’’Dan yang bersangkutan telah membuat pernyataan sanggup mengurus dan menyelesaikan perizinannya, dan menaati peraturan sesuai ketentuan yang berlaku,’’ tandasnya. (ori/fen)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *