RSUD Prof dr Soekandar Mojokerto Edukasi Masyarakat lewat Bulan Peduli Lupus

Published by on

PENYAKIT lupus saat ini sudah banyak dikenal luas oleh masyarakat. Itu tampak jelas setelah beberapa artis terkenal di tanah air, mengidap penyakit yang dominan menyerang kaum hawa tersebut.

Sayangnya, tidak sedikit masyarakat yang masih menganggap penyakit lupus sebagai penyakit menular. Oleh karenanya, RSUD Prof dr Soekandar menggelar kegiatan seminar dan edukasi Hari Peduli Lupus untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, kemarin (6/6).

Seminar ini disampaikan dr Ahmad Zamahsyari, Sp. PD. ”Penyakit lupus dikenal sebagai penyakit ’’seribu wajah”. Disebut demikian, karena penyakit ini memiliki gejala klinis yang bervariasi. Bisa jadi setiap penyandangnya, memiliki gejala klinis yang berbeda antara satu orang dengan penyandang lainnya,” ujarnya.

Dokter spesialis penyakit dalam ini menambahkan, seringkali penyakit lupus menampilkan gejala seperti penyakit-penyakit lainnya. Sehingga, tidak selalu mudah untuk bisa mendeteksi penyakit ini pada fase dini. Kendati demikian, dia menyebut ada beberapa poin penting yang bisa dikenali dari gejala klinis penyakit Lupus.

dr Ahmad Zamahsyari, Sp. PD, dokter spesialis penyakit dalam
RSUD Prof dr Soekandar Mojokerto. (Indah Oceananda/JPRM)

”Keluhan yang sering diutarakan adalah demam, nggreges (meriang), mudah lelah, badan terasa tidak nyaman, nyeri, bengkak pada persendian, dan otot-otot. Bila gejala-gejala tersebut seringkali dikeluhkan, terutama pada perempuan usia subur, maka seharusnya mendapatkan perhatian yang lebih serius,” ulas dia.

Ahmad melanjutkan, meski sulit diketahui sejak dini, namun ada trik tersendiri bagi masyarakat agar bisa mendeteksi penyakit Lupus sejak dini. Yaitu dengan metode SALURI (perikSA LUpus sendiRI) dengan menjawab 11 daftar pertanyaan.

Di antaranya terkait nyeri persendian lebih dari 3 bulan, jari tangan dan kaki pucat, kaku atau tidak nyaman di saat dingin, menderita seriawan lebih dari 2 minggu, mengalami penyakit kelainan darah, wajah terdapat ruam kemerahan berbentuk kupu-kupu, sering demam dengan sebab yang tidak jelas. Kemudian, gejala nyeri dada selama beberapa hari saat menarik nafas, sering merasa lelah dan lemas, kulit menjadi hipersensitif terhadap sinar matahari dan sering mengalami kejang. ”Biasanya pada penderita lupus terdapat protein pada pemeriksaan urine-nya,” pungkasnya. (oce/ron)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *