Razia Polisi di Kota Mojokerto Temukan Pisau hingga Konvoi Pesilat

Published by on

9 Pesilat Diciduk

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Puluhan motor dan mobil terjaring razia gabungan Satlantas Polres Mojokerto Kota bersama Denpom di simpang tiga PMI utara Alun-Alun Kota Mojokerto, Jumat (2/6) malam. Selain kendaraan bermotor, polisi juga berhasil mengamankan 9 kawanan pesilat yang kedapatan konvoi saat melintas di persimpangan Jalan Brawijaya-Hayam Wuruk tersebut. Termasuk, remaja SMP yang kedapatan membawa sebilah pisau di dalam jok motornya. Mereka lantas digelandang menuju mapolres untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Dalam razia kemarin, 9 pemuda sempat dimintai keterangan perihal aksinya yang mengendarai motor beriringan tanpa menggunakan helm dan knalpot brong atau bising. Termasuk menggeledah motor dan menemukan kunci inggris di dalam jok. Saat ditanya, 9 pemuda asal Sidoarjo ini hendak menuju Desa Batan Krajan, Kecamatan Gedeg untuk menemui rekan sesama pesilat. Akan tetapi, aksi tersebut urung dilakukan setelah petugas menggelandang mereka untuk ke mapolresta untuk dimintai keterangan.

’’Kami amankan sekelompok pemuda berjumlah 9 remaja dengan empat unit kendaraannya untuk kami serahkan ke Satreskrim. Karena mencurigakan, kami bawa ke Mapolres untuk selanjutnya menunggu hasil interogasi dari petugas reskrim,’’ terang Kasatlantas Polres Mojokerto Kota, AKP Heru Sudjio Budi Santoso kemarin.

Dalam razia tersebut, petugas berhasil menjaring motor maupun mobil yang tidak sesuai spesifikasi sekitar 50 unit. Puluhan pengendara tersebut terpaksa ditilang dan kendaraannya diamankan petugas dengan beragam pelanggaran. Mulai tidak menggunakan helm, motor berknalpot brong, ban kecil, tidak dilengkapi spion, dan tidak adanya surat-surat berkendara resmi. Bahkan, polisi juga mendapati remaja SMP asal Tarik Sidoarjo yang juga menyimpan pisau di dalam jok motornya.

Razia kali ini dilakukan untuk menjamin keamanan di wilayah Kota Mojokerto dan utara sungai dari tindak kriminalitas, mulai dari tawuran, pencurian, hingga peredaran narkoba. ’’Selain menggeledah dan mengamankan kendaraan, razia juga untuk mendeteksi adanya benda berbahaya seperti senjata tajam (sajam) dan narkoba. Razia untuk mendukung harkamtibmas (pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat) dari tindak kriminalitas,’’ tambahnya.

Tidak hanya di simpang tiga kantor PMI, razia juga berjalan di jalan raya Desa Kemantren, tepatnya di depan kantor Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Heru menegaskan, razia kemarin sekaligus sebagai simbol diberlakukannya kembali tilang manual. Setelah mendapat izin dari Dirlantas Polda Jatim dan Koorlantas Polri dalam mendukung penindakan pelanggaran lalu lintas dan pencegahan tindak kriminalitas mulai 1 Juni kemarin. ’’Sesuai instruksi pimpinan, razia dan penerapan tilang manual kembali berlaku secara berkala,’’ pungkasnya. (far/fen)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *