Ratusan Jamaah Haji Kabupaten Mojokerto Belum Tes Kesehatan

Published by on

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Persiapan keberangkatan calon jamaah haji (CJH) Kabupaten Mojokerto terus dikebut. Tidak hanya pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (bipih), pemeriksaan kesehatan juga dipercepat. Bahkan, 700-an CJH kini telah diperiksa untuk memastikan kondisinya prima saat menunaikan rukun Islam kelima nanti.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Agus Dwi Cahyono mengatakan, dari 993 CJH yang sudah dinyatakan lunas, 700 di antaranya sudah selesai menjalani uji fisik. Mereka tersebar di 27 puskesmas yang memeriksa seluruh CJH di 18 kecamatan. ’’Masih ada sekitar 200-an CJH ditambah 40 CJH cadangan yang belum selesai dites kebugaran. Karena kami mendapat data CJH dari Kemenag yang sudah dipastikan lunas,’’ ujarnya.

Meski sudah diuji fisik, namun tidak semua CJH dinyatakan layak berangkat ke tanah suci. Dinkes Kabupaten Mojokerto masih harus mengukur kembali kondisi kesehatan CJH berdasarkan kompilasi hasil medical check up dan uji kebugaran yang telah dijalani. Dua parameter ini yang akan menentukan apakah masing-masing CJH dinyatakan istithaah atau justru sebaliknya.

’’Sebenarnya sudah bisa dilihat apakah istithaah atau tidak, namun kami masih harus mengukur kembali sesuai menentukannya,’’ tegasnya. Sesuai Permenkes Nomor 15 Tahun 2016 tentang Istithaah Kesehatan Jemaah Haji, tertera sejumlah penyakit yang tidak disarankan berangkat karena mengganggu proses ibadah haji. Dengan dibedakan menjadi tiga tingkatan, mulai dari berat, sedang, dan ringan.

Untuk kategori berat, beberapa jenis penyakit yang diwaspadai di antaranya gangguan jiwa atau ODGJ, demensia atau pikun berat, jantung stadium IV, hingga tuberculosis (TBC) dengan bakteri tahan asam (BTA) positif. Semua penyakit tersebut tidak direkomendasikan berangkat ke tanah suci karena akan mengganggu proses ritual haji. Sementara, untuk jenis sedang seperti diabetes, kolesterol, darah tinggi masih bisa dipertimbangkan sesuai kadar perawatannya.

Sedangkan untuk penyakit kategori ringan, hanya ditujukan pada penyakit luar yang tidak mengganggu proses ibadah jamaah selama di Baitullah. ’’Untuk penetapan istithaah, mungkin akan diumumkan seluruhnya bersamaan dengan pelunasan bipih berakhir,’’ pungkasnya. (far/ron)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *