Rampok Rumah Bibi, Keponakan Asal Ngoro Mojokerto Dituntut 2 Tahun

Published by on

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Bambang Hadi Waluyo, 43, dituntut hukuman 2 tahun penjara. Warga Dusun Oro-Oro Ombo, Desa Kutogirang, Kecamatan Ngoro, itu nekat merampok di rumah bibinya sendiri, Suswati, 62. Saat perampokan, mulut korban dilakban dan kakinya diikat dengan kabel.

Bambang menghadapi sidang tuntutan secara online di Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto, kemarin (23/5). Jaksa penuntut umum (JPU) Johan Candra menyatakan, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan sebagaimana Pasal 365 ayat 2 dan 3 KUHP. ”Menuntut agar majelis hakim menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 2 tahun,” tandasnya.

Atas tuntutan itu, terdakwa langsung mengajukan pembelaan secara lisan. Bambang mengaku telah menyesali perbuatannya. ”Saya minta keringanan karena anak dan istri masih membutuhkan saya,” ujarnya menjawab pertanyaan hakim ketua Jenny Tulak. Bambang didakwa telah merampok perhiasan di rumah Suswati. Aksi tersebut dilakukannya pada dini hari, 10 November 2022 silam.

Sebagaimana dakwaan, terdakwa menyelinap masuk rumah korban setelah mencongkel jendela dengan kubut. Dia lalu membekap, membanting, dan mencekik leher bibinya itu. Bambang lalu melakban mulut korban dan mengancamnya akan dibunuh jika berteriak. ”Terdakwa kemudian mengikat kaki saksi korban dengan kabel,” kata Johan.

Bambang lantas melucuti perhiasan emas yang menempel di badan nenek tersebut. Dia mengambil kalung seberat 20 gram, liontin seberat 4 gram, dua buah gelang seberat masing-masing 6,92 gram dan 7,85 gram. ”Pada hari itu juga terdakwa membuang perhiasan dan baju yang dipakai ketika beraksi ke Sungai Ngepung, Desa Curahmojo, Kecamatan Pungging,” imbuhnya. Kerugian material yang diderita korban lebih dari Rp 50 juta.

Sebagaimana diketahui, tiga hari kemudian, Bambang akhirnya diringkus polisi. Dia ditangkap saat bersembunyi di rumah istrinya di Dusun Sendang, Desa Penanggungan, Kecamatan Trawas. Polisi menemukan barang bukti kubut dan sisa kabel yang dipakai menyandera korban. Kepada penyidik, Bambang mengaku dendam kepada korban. Dia merasa pembagian tanah warisan keluarga tak merata. (adi/ron)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *