Puluhan Proyek di Kabupaten Mojokerto Tak Kunjung Dilelang

Published by on

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Memasuki akhir Mei, puluhan paket proyek di lingkungan Pemkab Mojokerto tak kunjung dilelang. Kondisi ini berbanding terbalik dengan semangat pemerintah dalam percepatan pembangunan daerah. Lambannya proses tender seperti yang terlihat di dinas pendidikan. Di OPD ini, terdapat 49 paket dengan pagu total Rp 37,9 miliar.

Kabid Sarana dan Prasarana (Sarpras) Pendidikan Dispendik Kabupaten Mojokerto Adi Mahendarto menegaskan, hingga kini puluhan paket proyek yang menjadi kewenangannya memang belum ada yang naik lelang. Semuanya masih terus berproses. Baik anggaran yang bersumber dari APBD 2023 atau pun DAK fisik. ’’Untuk proyek APBD masih proses reviu inspektorat dan DAK proses administrasi POKMAS,’’ ungkapnya.

Deretan proyek di dispendik ini di antaranya pembangunan gedung di TK negeri pembina, SDN, SMPN dan sanggar kegiatan belajar (SKB). Anggaran yang bersumber dari APBD ini yang menyasar 64 lembaga dengan pagu Rp 37,9 miliar.

Sedangkan, untuk DAK fisik sebesar Rp 10,2 miliar yang bakal dikucurkan untuk pembangunan ruang kelas dan perbaikan gedung sekolah rusak. Sasarannya mencakup 7 lembaga. Meliputi, 3 SD negeri, 3 SMP negeri, dan 1 yayasan TK swasta. ’’Timeline tuntas pengerjaannya tetap akhir Desember. Total yang APBD ini sebenarnya ada 58 paket, tapi akhirnya kita konsolidasikan menjadi 49 paket. Itu di luar paket proyek DAK yang menyasar 7 lembaga,’’ paparnya.

Menurutnya, puluhan paket tersebut ditargetkan paling cepat akhir Mei ini disorong ke meja pengadaan barang dan jasa untuk dilelang. Namun, percepatan itu juga menyesuaikan dengan reviu inspektorat. Termasuk, penentuan harga perkiraan sendiri (HPS) di tiap itemnya. ’’Paling cepat lelang ya akhir Mei ini, kalau tidak begitu ya awal Juni baru bisa masuk tender, karena sampai sekarang juga masih terus berproses,’’ tuturnya.

Pengkonsolidasian proyek ini, kata Adi, tak lain bagian dari percepatan lelang. Sekaligus untuk efisiensi dan efektivitas dalam pengerjaan. Hemat dia, nantinya dalam satu kawasan tidak sampai ada dua pemenang untuk paket proyek berbeda. ’’Jadi, mana-mana yang bisa kita gabung jadi satu, kita gabung. Khususnya untuk pengerjaan yang berada di satu lokasi. Jadi, itu lebih efisien, baik saat tender atau pun pengerjaan proyek,’’ jelasnya.

Sementara itu, Kabag pengadaan Barang dan jasa (PBJ) Setdakab Mojokerto Yuni laili Faizah mengatakan dari total 153 paket tahun ini yang sudah masuk ke PBJ ada 81 paket. Selebihnya masih dalam proses kelengkapan dokumen di masing-masing OPD pengampu. ’’Memang paling banyak paket proyek yang belum masuk ada di dinas pendidikan. Saya belum bisa memastikan jumlahnya karena jumlah paketnya rencananya mau dikonsolidasi,’’ ungkapnya.

Termasuk, di paket proyek di dinas kesehatan, hingga kini juga masih belum ada yang dilelang. Alasannya, masih dalam proses pengajuan pendampingan Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto. Kendati masih banyak paket yang belum tender, Yuni memastikan, puluhan paket itu bisa tuntas masuk lelang di semester pertama.

Sebelumnya, sebelas paket proyek perbaikan jalan hingga perluasan SPAM di Kabupaten Mojokerto gagal lelang. Sebagian besar, persoalannya disebabkan para peserta tender tak ada yang lolos evaluasi penawaran. Gagalnya lelang pada periode pertama secara otomatis bakal mempengaruhi timeline pengerjaan. Dari yang sebelumnya ditarget bisa dikerjakan akhir Mei, nyatanya harus ditender ulang lantaran berbagai persoalan. (ori/ron)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *