Presiden Jokowi Terima Delegasi Dewan Bisnis AS-ASEAN

Published by on

JAKARTA – Presiden Joko Widodo menerima kunjungan delegasi dari Dewan Bisnis Amerika Serikat-ASEAN (US-ABC) untuk membicarakan kerja sama bidang perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Amerika Serikat di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis.

“Pada pertemuan ini, dari US-ABC menyampaikan, pertama, selamat atas keberhasilan Indonesia memimpin G20 dan sekarang juga memimpin ASEAN dan juga mereka menyampaikan dan mendukung prioritas kebijakan Presiden Jokowi, yaitu bagaimana Indonesia meningkatkan ekosistem dari industri electric vehicle (EV) atau kendaraan listrik karena Indonesia memiliki sumber daya yang sangat besar,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam keterangannya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis.

Sri Mulyani menyebutkan lebih dari 30 perusahaan mengikuti pertemuan tersebut. Dia menambahkan bahwa Indonesia juga menyatakan komitmennya untuk melakukan transformasi ekonomi dari sisi keberlangsungan energi. “Kedua, bagaimana Indonesia bisa juga mendapatkan fasilitas untuk masuk di dalam pasar EV di Amerika Serikat dan bagaimana kita bisa meningkatkan peranan dan juga kemampuan untuk menarik investasi. Presiden menyampaikan Indonesia akan terus melakukan transformasi ekonomi baik hilirisasi dan juga dari sisi sustainable energy, termasuk energy transition, dan juga untuk terus mendukung pembangunan IKN,” jelasnya.

Selain itu, dalam pertemuan tersebut, delegasi US-ABC juga menyampaikan perhatian tertentu terhadap industri energi terutama oleh Exxon dan BP. “Mereka menyampaikan investasi dari kedua lembaga tersebut di Indonesia, baik di Tangguh maupun di Banyuurip menunjukkan perkembangan, dan sekarang concern mengenai climate change di mana teknologi carbon capture menjadi penting,” ungkap Sri Mulyani.

Pemerintah pun terus mendukung berbagai kebijakan untuk kemandirian dan ketahanan energi di Indonesia, sekaligus patuh terhadap komitmen perubahan iklim di Indonesia

Sementara itu, sejumlah perusahaan lain, seperti Boeing dan Feddex, mengungkapkan peningkatan industri transportasi udara yang meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi Boeing. Namun, hal itu perlu didukung dengan investasi terhadap infrastruktur ekonomi digital yang makin tinggi. “Kami akan terus meningkatkan komunikasi bagaimana pola perdagangan di mana digital economy makin mendominasi, perlu diimbangi di satu sisi pelayanan yang baik dan juga pelayanan yang makin cepat. Namun, di sisi lain, juga keamanan dan dari sisi integritasnya,” katanya.

Lebih lanjut, Sri Mulyani mengatakan Jokowi menerima pandangan dari perusahaan di bidang hospitality, yaitu Marriot dan Airbnb, yang makin meningkatkan investasi bidang perhotelan sehingga mendukung program destinasi utama pariwisata Indonesia. “Perlu juga didukung infrastruktur transportasi udara. Selain itu, ada juga usulan di bidang kesehatan yaitu keinginan untuk melakukan kemitraan dengan BUMN maupun swasta di bidang farmasi dan meningkatkan sustainable health financing,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, dengan kecepatan perkembangan teknologi, muncul pula tantangan cyberthreat yang bisa ditangani dengan kemitraan. “Secara umum, pembahasan hari ini, Presiden menekankan pentingnya kemitraan dan kolaborasi. Kerja sama karena Indonesia sebagai negara dalam pusat pergolakan geopolitik perlu meningkatkan dan memperkuat kerja sama global dengan semua pihak. Ini sesuai dengan tujuan kita untuk terus meningkatkan ekonomi kita, kemandirian ekonomi kita dan pada saat yang sama kerja sama di antara berbagai negara di dunia,” ujar Sri Mulyani.

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi didampingi oleh Sri Mulyani dan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia. (*/antaranews.com)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *