Posyandu Garda Terdepan Kendalikan Kasus Stunting di Wilayah Puskesmas Gayaman

Published by on

Bangsal – Pelaksanaan posyandu diruang lingkup kerja Puskesmas Gayaman, Kecamatan Bangsal, Mojokerto digelar secara rutin. Hal ini untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat, terutama sekali sasarannya balita maupun lansia.

Kepala Puskesmas Gayaman Sandra Eka Ardhiany mengatakan, posyandu ini terus dilaksanakan secara bergiliran, dengan mendatangi masing-masing desa.

“Kita bekerjasama dengan bidan desa serta pemerintah desa (Pemdes), dengan melakukan pemeriksaan kesehatan, pemberian imunisasi, penimbangan berat badan serta vitamin,” katanya kepada kabarmojokerto.id, Kamis (11/5/2013).

Dia menambahkan, tentunya kegiatan ini juga mencegah terjadinya stunting yang terus menerus bergerak untuk diturunkan.

“Pemberian makanan tambahan maupun susu formula kepada balita, dapat mencegah stunting, pun demikian terhadap ibu-ibu hamil ataupun menyusui,” terangnya.

Di wilayah kerja Puskesmas Gayaman tercatat  balita 59 mengalami stunting ditahun 2022. Sementara, per April 2023 tercata ada 47 balita.


Untuk mempercepat penurunan stunting, Puskesmas menggecarkan intervensi terhadap penderita dan mengedukasi ibunya.  Antara lain, pemberian kapsul vitamin, pemberian makan makanan bayi dan anak, pendidikan gizi Ibu balita.

Selain itu juga memberikan minum Tablet Tambah Darah bersama untuk mengatasi anemia pada remaja putri serta penyuluhan pada kelas ibu hamil dan calon pengantin.

“Balita stunting perlu dipantau pertumbuhannya setiap bulan di Posyandu. Selain itu, ibu Balita perlu ingat bahwa Balitanya harus mendapatkan asupan guzi yang cukup,” ungkap Sandra.

Kader Posyandu dan tenaga kesehatan di Puskesmas senantisa mengingatkan masyarakat yang memiliki bayi untuk memberi ASI eksklusif, yaitu bayi usia 0 sampai 6 bulan hanya mendapat ASI saja.

Selanjutnya bayi dapat mengonsumsi Makanan Pendamping ASI mulai usia 6 bulan serta meneruskan pemberian ASI sampai anak berusia 2 tahun atau lebih.

“Para kader di Posyandu juga memberiksm pnyuluhan gizi makanan di Posyandu. Hasil dari penyuluhan ini harus dipraktikkan di rumah supaya balita mendapatkan asupan makanan bergizi dan sesuai dengan kebutuhannya. Sehingga daya tahan tubuhnya menjadi lebih baik, dan anak jarang sakit, terhindar dari risiko stunting,” terang Sandra.

Tidak hanya kepada bayi dan Balita, para ibu hamil dianjurkan untuk rutin mengikuti kelas ibu hamil agar ibu dan calon anak sehat serta terhindar dari risiko stunting.

Demikian pula pada remaja, mereka ditekankan untuk mengonsumsi Tablet Tambah Darah secara teratur agar terhindar dari Anemia (kurang darah). Konsumsi TTD bermanfaat sekaligus untuk meningkatkan konsentrasi belajar dan sebagai persiapan menjadi calon ibu kelak yang sehat.


Sandra menambahkan, untuk para calon pengantin (catin) pihaknya berupaya memberikan konseling dan edukasi melalui kerjasama dengan KUA Bangsal.

“Biasanya kita ikut jadi narasunber tebtang kesehatan ketika ada bimbingan Catin di KUA. Tapi kita berencaana membuat sendiri agar edukasi tentang kesahatan sebelum menikah lebih maximal,” tutupnya.

Artikel Posyandu Garda Terdepan Kendalikan Kasus Stunting di Wilayah Puskesmas Gayaman pertama kali tampil pada Kabar Mojokerto.

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *