Polsek Magersari Kota Mojokerto Kesulitan Temui Pemilik Warung

Published by on

Lokasi Video Viral Sejoli Mesum

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Upaya polisi mencari terduga pelaku mesum di Jogging Track (JT) yang viral di media sosial (medsos), Minggu (14/5) sedikit tersendat. Tambahan informasi dari pemilik warung kopi (warkop) yang dipakai untuk berbuat asusila, hingga kini belum juga dikantongi. Sulitnya menemui pemilik warkop menjadi penyebab petugas kesulitan mencari tahu keberadaan terduga sejoli amoral tersebut.

Kapolsek Magersari, Kompol Roy Aquary Prawirosastro mengaku, belum bisa menemui pemilik warung yang ditengarai memiliki informasi kuat mengenai identitas pelaku. Bahkan, saat ditemui di lokasinya berdagang, polisi selalu mendapati warkop tutup, terhitung sejak peristiwa tak senonoh itu tersebar luas di medsos. ’’Sampai sekarang pedagangnya tidak berjualan. Padahal, besar kemungkinan ada banyak informasi terkait terduga pelaku dari keterangan pedagang warkop,’’ ujarnya.

Roy sendiri sampai saat ini belum bisa menyimpulkan seperti apa ciri pria dan wanita yang diduga kuat berbuat zina di depan publik itu. Keterangan dari perekam video dan pihak kelurahan juga belum bisa dijadikan acuan seperti apa sosok pelaku. Meski sebelumnya sempat dikabarkan jika pelaku sering nongkrong di lokasi. Sehingga perlu pendalaman lebih agar bisa mengetahui siapakah sejoli yang membuat heboh jagat maya di Kota Mojokerto tersebut. ’’Maka dari itu, jika ada keterangan dari pemilik warkop, maka bisa kami tegaskan jika informasi itu (sering nongkrong di lokasi, Red) benar. Namun sampai saat ini kami belum bisa memastikan,’’ tambahnya.

Pihaknya sendiri sempat menyatakan jika perbuatan tersebut bisa dikenakan sebagai tindak pidana dengan pasal berlapis. Mulai dari tindak pidana ringan (tipiring) dengan sanksi pembinaan dan administratif sesuai pasal 87 Perda Kota Mojokerto nomor 3 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Toleransi, Ketenteraman Dan Ketertiban Umum Serta pelindungan Masyarakat. Serta sanksi pidana sesuai pasal 281 KUHP dengan ancaman hukuman penjara dua tahun delapan bulan.

Akan tetapi, lagi-lagi ancaman tersebut masih belum bisa dijerat jika belum menemukan identitas pelakunya. ’’Kalau tipiring sudah jelas. Namun kalau soal pidana dalam KUHP, masih harus menunggu hasil gelar perkara jika memang ditemukan ada unsur pidananya,’’ pungkasnya. (far/fen)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *