Pol PP Kota Mojokerto Pasang Papan Larangan hingga CCTV

Published by on

Satpol PP Intensifkan Monitoring Tindak Asusila

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Maraknya tindak asusila di muka umum hingga beredar di media sosial (medsos) sepekan terakhir, menuntut Satpol PP Kota Mojokerto memperketat pengawasannya. Tak sekadar patroli rutin, korps penegak perda ini juga akan memasang rambu larangan hingga CCTV (close circuit television) untuk membatasi ruang gerak pelaku perbuatan tak senonoh tersebut.

Rambu-rambu tersebut akan dipasang di sejumlah ruang publik mulai dari alun-alun hingga taman bermain yang tersebar di tiga kecamatan. Kabid Trantibumlinmas Satpol PP Kota Mojokerto Lulus Imaniati mengatakan sudah mengantisipasi keberadaan tindak asusila yang beredar belakangan ini. Regu operasional dan pos jaga bahkan kian dioptimalkan guna mendeteksi dan meminimalisir perbuatan tak terpuji itu. Mereka diminta berpatroli mobile di tempat-tempat yang menjadi favorit oknum tindak asusila.

’’Sebenarnya terkait adanya video-video asusila, satpol PP sudah mengantisipasi. Kami punya regu operasional dan kami punya pos jaga yang setiap hari melakukan monitoring,’’ ujarnya. Namun cara tersebut diakui Lulus belum cukup. Pihaknya mulai mengusulkan pemasangan papan larangan bertindak asusila di sejumlah titik. Khususnya di alun-alun yang menjadi jujugan utama masyarakat Kota Mojokerto dalam berwisata dan menikmati hiburan.

Bahkan, pihaknya juga tak segan mengusulkan ke dinas lingkungan hidup (DLH) untuk memasang kamera pengintai atau CCTV di seputaran alun-alun dan tempat publik lainnya. Tujuannya untuk mendeteksi sekaligus mengingatkan pelaku agar tidak berbuat mesum atau tindakan tak senonoh di ruang publik.

’’Adanya CCTV ini jadi atensi. Karena saat ini semua berbasis digital dan bisa diamati via medsos. Jadi jika ada kegiatan atau peristiwa akan lebih cepat dipantau dan ditindak dengan pasal pelanggaran perda. Mungkin juga akan kami pasang papan larangan seperti di perempatan jalan,’’ tambahnya.

Satpol PP sendiri kembali mendapati keberadaan video viral diduga pasangan muda-mudi berbuat asusila di alun-alun. Tepatnya Minggu (21/5) malam atau saat alun-alun ramai dikunjungi warga untuk menikmati suasana akhir pekan. Video tersebut direkam oleh seseorang yang mendapati sejoli tengah berciuman di taman tengah atau depan perpustakaan alun-alun.

Meski tak mempertontonkan secara gamblang, namun video tersebut sudah cukup untuk menjerat sejoli tersebut sebagai perbuatan asusila di muka umum dengan sanksi pembinaan dan denda ratusan ribu sesuai pasal 69 Perda nomor 3 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Toleransi, Ketenteraman Dan Ketertiban Umum Serta Perlindungan Masyarakat. (far/ron)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *