Peserta SNBT di Bengkulu Curang, Terungkap Modus Janji Lolos Ratusan Juta

Published by on

BENGKULU – Rektorat Universitas Bengkulu (UNIB) meminta kasus dugaan kecurangan peserta seleksi nasional berbasis tes (SNBT) tahun 2023 yang diamankan panitia lokasi pada 9 Mei 2023 agar dapat diusut tuntas.

“Kami berharap diusut sampai tuntas, kalau kami tidak punya kapasitas untuk menyelidiki atau mengusut, jadi kami titipkan kepada kepolisian tiga orang yang telah diamankan untuk ditelusuri lebih dalam,” kata Wakil Ketua Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) UNIB Dr Yarjohan, di Bengkulu, Kamis.

Menurut dia, tindakan pelaku tersebut merugikan banyak pihak, termasuk peserta lainnya yang lebih berkompeten dibandingkan mereka untuk lulus sebagai mahasiswa baru. Bahkan tujuan universitas dan program studi yang ditargetkan pelaku merupakan universitas bergengsi, terutama program studi kedokteran di UNEJ, UNDIP, dan UNAIR.

Ia mengungkapkan panitia lokasi Universitas Bengkulu berhasil mengamankan mereka sebelum sempat masuk ke ruangan mengikuti sesi ujian. Pihak Universitas Bengkulu pun mengecam tindakan para pelaku yang berbuat curang dalam pelaksanaan SNBT. Tindakan tersebut sangat tidak dapat diterima, apalagi mereka sebenarnya merupakan calon akademikus terdidik yang seharusnya tidak melakukan cara haram atau melakukan tindakan tidak terdidik.

“Kalau kami melihat biaya untuk tindakan kecurangan ini tidak mungkin dari anak atau peserta saja karena berdasarkan informasi bahwa mereka membayar Rp300-500 juta sampai peserta dinyatakan lulus seleksi, itu diberikan kepada pihak yang menjawab soal-soal ujian. Berarti dengan biaya sebesar ini ada keterlibatan orang tua,” kata Yarjohan.

Artinya, menurut dia, tindakan tidak terpuji tersebut tidak hanya dilakukan niat individu satu orang atau peserta saja, tetapi juga ada banyak orang yang terlibat, sehingga hal itu tentunya merupakan tindakan kejahatan yang besar sekali. “Apalagi yang mereka incar itu kedokteran, bagaimana kalau mereka yang tidak berkompeten dan menjadi dokter di kemudian hari, ini sangat berbahaya sekali. Oleh karena itu kami berharap kasus ini dapat diusut tuntas agar memberikan efek jera untuk yang lain,” ujarnya. (*/antaranews.com)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *