Pengelolaan Sekarsari Milik Pemkot Mojokerto Segera Dilelang

Published by on

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkot Mojokerto segera melelang Pemandian Sekarsari untuk dikerjasamakan dengan swasta. Setelah direvitalisasi, destinasi wisata kolam renang itu ditargetkan bisa kembali dioperasionalkan tahun ini.

Sekretaris Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Mojokerto Jujuk Nurdiansyah menyatakan, Pemandian Sekarsari bakal dikelola melalui mekanisme kerja sama pemanfaatan (KSP). Sehingga, wisata kolam renang di Jalan Gajah Mada itu bakal dilelang secara terbuka untuk dikelola swasta. ’’Sekarang sedang proses pembentukan tim lelangnya,’’ terangnya.

Dijelaskannya, penunjukan tim dilakukan dengan sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 19 tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah. Pada waktu bersamaan, kini juga tengah disusun kerangka acuan kerja (KAK) dan dokumen lelangnya. ’’Semua sudah kita siapkan,’’ paparnya.

Jujuk mengatakan, lelang akan dilakukan secara terbuka. Berdasarkan hasil appraisal, objek wisata yang tuntas direvitalisasi akhir 2021 lalu nilai sewanya mencapai Rp 300 juta per tahun. Akan tetapi, sebut dia, hasil akhir akan ditentukan dari penawaran yang dilayangkan peserta lelang. ’’Penawar yang memenuhi syarat administrasi dan paling menguntungkan buat pemerintah kota, dia yang akan berkesempatan mengelola Pemandian Sekarsari,’’ tandasnya.

Jika tak ada kendala, proses lelang membutuhkan estimasi waktu paling lambat dua pekan sejak diumumkan. Sehingga, disparpora menargetkan Pemandian Sekarsari dapat dioperasikan di semester kedua tahun anggaran 2023. ’’Biasanya proses lelangnya tidak memakan waktu lama. Kurang lebih 10 hari kerja atau 2 minggu, dengan catatan semuanya lengkap,’’ imbuhnya.

Setelah ditetapkan pemenang, pemenang lelang bisa langsung meneken perjanjian kerja sama (PKS) dengan Pemkot Mojokerto. Dalam perjanjian tersebut, akan dituangkan terkait durasi kontrak hingga skema bagi hasil dari hasil pengelolaan Pemandian Sekarsari.

Selanjutnya, wisata kolam renang yang dirombak dengan total anggaran sekitar Rp 18,2 miliar itu bisa kembali dibuka kunjungan setelah beberapa tahun ke belakang ditutup. ’’Setelah ada PKS, bisa langsung dikelola pihak ketiga. Masa berlakunya lima tahun sambil nanti akan kita evaluasi ulang,’’ pungkasnya. (ram/fen)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *