Pendaftaran Jalur Afirmasi PPDB di Kabupaten Mojokerto Kian Diminati

Published by on

Hanya Delapan SMP Negeri yang Tak Penuhi Kuota

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMP negeri jalur afirmasi di Kabupaten Mojokerto kian diminati dibanding jalur prestasi. Terbukti, dari 41 lembaga hanya 8 yang tak terpenuhi. Sementara, di jalur prestasi kejuaraan, hanya 7 sekolah yang telah memenuhi kuota.

Kepala Dispendik Kabupaten Mojokerto Ludfi Ariyono menegaskan, hingga pendaftaran ditutup pukul 21.00 Minggu (21/5), jalur afirmasi yang masuk tahap kedua PPDB jenjang SMP negeri di wilayahnya terus menunjukkan peningkatan. Jumlah pendaftar mencapai 1.710 peserta didik dari total pagu 1.279 kursi. ’’Jalur afirmasi ini memang sangat diminati peserta didik untuk masuk di SMP negeri,’’ ungkapnya.

Dari data yang masuk, terdapat 431 calon siswa yang tersisihkan di jalur ini. Bahkan jumlah itu bisa bertambah lantaran sebaran pendaftarannya tidak merata. Terbukti, tingginya pendaftar di jalur afirmasi ini nyatanya tak membuat 41 lembaga yang membuka seluruhnya terpenuhi. Masih terdapatb delapan SMP negeri yang keterisian pagunya tak lebih dari 50 persen.

’’Seperti SMP Negeri 1 Jatirejo, sampai pendaftaran ditutup ternyata keterisiannya hanya 7 kursi dari pagu 34 kursi. Jadi, ada kekurangan 27 peserta didik di jalur (afirmasi) ini. Sama dengan SMP Negeri 1 Pacet, keterisiannya juga tidak sampai 50 persen, hanya 11 dari pagu 34 kursi, jadi ada kekurangan 23,’’ paparnya.

Selanjutnya, SMP Negeri 2 Gondang hanya terisi 6 dari pagu 19, SMP Negeri 2 Dawarblandong 17 dari pagu 29 kursi. Sedangkan, SMP Negeri 2 dan SMP Negeri 3 Pacet masing-masing keterisisannya 4 dan 6 pendaftar dari masing-masing pagu 14 kursi. Sedangkan, SMP Negeri Satap Ngoro justru tidak ada pendaftar dari pagu 5 kursi yang tersedia. Sedangkan untuk SMP Negeri Satap Jatirejo terdapat 4 pendaftar dari pagu 5 kursi. ’’Tapi secara angka, jalur ini sebagian besar sudah penuhi pagu. Dari 41 lembaga, hanya delapan sekolah saja yang belum terpenuhi, sedangkan selebihnya 33 sekolah sudah terpenuhi,’’ bebernya.

Menurutnya, jalur afirmasi ini dikhususkan untuk peserta didik baru yang berasal dari keluarga tidak mampu. Termasuk, penyandang disabilitas. Sebagai penentu, mereka harus memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP)/PKH/ kartu keluarga sejahtera (KKS). Tingginya pendaftar di jalur afirmasi ini berbanding terbalik dengan jalur prestasi kejuaraan yang sama-sama dibuka pada tahap dua PPDB. Dari pagu 816 kursi, hanya 465 peserta didik yang mendaftar. ’’Dari 41 sekolah, hanya 7 lembaga saja yang keterisian pagunya terpenuhi, sedangkan 34 lainnya tidak terpenuhi,’’ tegasnya.

Tujuh sekolah yang terpenuhi itu di antaranya SMPN 1 Bangsal, SMPN 1 Dawarblandong, SMPN 1 dan 2 Mojosari, SMPN 1 Sooko, SMPN 1 Trawas, dan SMPN 2 Jetis.

Perlu diketahui, pada tahap dua PPDB kali ini ada tiga jalur sekaligus dibuka. Terdiri, kejuaraan akademik/non-akademik, afirmasi, dan jalur perpindahan tugas orang tua. Sesuai jadwal, pendaftaran pada tiga jalur ini dibuka dua hari. Yakni, Sabtu-Minggu 20-21 Mei 2023. Selanjutnya di Senin (22/5) diumumkan, lalu pada 22-23 Mei daftar ulang. Sama dengan pada tahap satu, di tahap dua ini masing-masing jalur juga memiliki kuota berbeda-beda. Meliputi, jalur prestasi kejuaraan akademik/non akademik dengan kuota 10 persen, afirmasi 15 persen, dan perpindahan tugas orang tua sebesar 5 persen. (ori/ron)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *