Pencari Jamur Asal Malang Sepekan Tersesat di Hutan Mojokerto

Published by on

Kondisi Sudah Lemas, Hanya Makan Buah-buahan

PACET, Jawa Pos Radar Mojokerto – Mengikuti aliran sungai dan memakan buah-buahan. Begitulah cara Lupiono, 42, selamat setelah sepekan tersesat di belantara hutan. Pencari jamur asal Kecamatan Pujon, Malang, itu ditemukan 37 kilometer (km) dari kampungnya di Dusun Mrasih, Desa Kemiri, Kecamatan Pacet.

Saat ditemukan kemarin (21/5), kondisi Lupiono sudah lemas tak berdaya. Dia sedang duduk bersandar di sekitar aliran Sungai Dawuhan, Dusun Mrasih. Oleh seorang pencari ikan, warga Dusun Bunder, Desa Tawangsari, Kabupaten Malang, itu lantas dibawa ke permukiman. ”Ternyata dia orang yang dilaporkan hilang sejak seminggu ini,” ungkap Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Pacet, Supriyadi.

Kabar telah ditemukannya Lupiono langsung diteruskan ke tim SAR Malang dan pihak kepolisian tempatnya tinggal. Usai diberi konsumsi oleh warga, pria kurus tersebut dibawa ke Mapolsek Pacet.

Lupiono dilaporkan meninggalkan rumah sejak Selasa (16/5) pagi. Dia pergi bersama tiga kawannya ke hutan sekitar Desa Tawangsari untuk mencari jamur. Rombongan tersebut bermalam di hutan dan kembali pada keesokan hari. ”Entah bagaimana ceritanya, dia terpisah dari temannya,” kata Supriyadi. Hingga Kamis (18/5), Lupiono tak kunjung pulang. Operasi pencarian melibatkan perangkat desa dan warga tak membuahkan hasil.

Berdasarkan penuturan korban, lanjutnya, korban kehilangan arah pulang. Dia tersesat di belantara hutan. Selama mencari jalan keluar, Lupiono memakan buah-buahan yang ditemukan. Dia mengikuti aliran sungai hingga tiba di Dusun Mrasih yang jaraknya sekitar 37 km dari kampungnya itu. ”Dia terus berjalan menyusuri aliran sungai sampai akhirnya ditemukan warga dalam kondisi sudah lemas dan linglung,” sebutnya.

Supriyadi menyebut, Sungai Dawuhan memang mengalir dari kawasan Malang sampai Mojokerto. Aliran ini melintasi kawasan hutan Pegunungan Arjuno. Setelah menunggu sejak pukul 13.00 saat di mana dia ditemukan warga, tepat pukul 18.00 kemarin, perangkat desa bersama polisi yang menjemputnya akhirnya tiba. (adi/ron)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *