Pencairan Honor Guru TPQ di Kabupaten Mojokerto Tertunda

Published by on

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ribuan guru TPQ di Kabupaten Mojokerto terpaksa gigit jari. Itu setelah pencairan insentif yang sudah diploting Rp 1,5 miliar di APBD 2023, gagal terealisasi lantaran muncul kebijakan baru yang tengah digodok pemerintah.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Mojokerto Nunuk Djatmiko membenarkan jika penyaluran insentif guru TPQ yang tersebar di 18 kecamatan belum bisa tersalurkan. Dia menegaskan, pencairan anggaran yang sudah diploting di APBD 2023 ini tertunda. Hal itu seiring dengan perubahan mekanisme penyaluran. ’’Terpaksa tersalurkan di Perubahan APBD nanti,’’ ungkapnya.

Penundaan penyaluran dana insentif kepada ribuan tenaga pendidik ini tak lain karena muncul perubahan kebijakan yang menjadi inisiatif pemda. Jika sebelumnya penyaluran hanya menyasar tiga lembaga, yakni LP Ma’arif NU, LDII, hingga Muhammadiyah, kali ini bakal dicairkan langsung ke masing-masing guru.

Namun, realisasinya tersendat karena dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) yang diunggah pada SIPD tak sesuai. ’’Ada kebijakan baru untuk penyalurannya by name and by address. Diterima langsung ke masing-masing nomor rekening guru. Sementara di DPA masih tertera tiga lembaga itu. Jadi perlu diubah dahulu, makanya di APBD tidak bisa cair dahulu,’’ bebernya.

Sejumlah faktor menjadi pertimbangan dalam perubahan mekanisme penyaluran. Salah satunya, mengantisipasi potensi terjadi penumpang gelap. ’’Prinsipnya, supaya tidak ada isu-isu yang negatif, misal belum diterima atau sudah menerima honor tetapi tidak sesuai,’’ tuturnya.

Untuk validasi data, kini pemda tengah berkirim surat kepada Kemenag Kabupaten Mojokerto terkait verifikasi nama-nama calon penerima insentif tersebut. ’’Mulai punya sertifikat, memiliki murid minimal 15 orang, TPQ-nya juga kredibel dan tercatat di kemenag,’’ paparnya.

Sebagai informasi, selama ini pemda mengalokasikan anggaran Rp 1,5 miliar untuk insentif para guru di lembaga pendidikan non-formal. Dana hibah itu dibagi sekitar 7.000 guru TPQ. Dengan masing-masing guru akan menerima Rp 200 ribu. (ori/ron)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *