Pemkot Mojokerto Segera Gulirkan Proyek Strategis Nasional

Published by on

Bangun Taman Wisata Bahari dan Tingkatkan Akses Jalan

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkot Mojokerto segera menggulirkan proyek strategis nasional dengan membangun kawasan pariwisata di Sungai Ngotok, Kecamatan Prajurit Kulon. Tahun ini, proyek fisik akan menyentuh Taman Wisata Bahari Mojopahit hingga peningkatan akses jalan dengan pagu mencapai puluhan miliar.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Mojokerto Rachmi Widjajati mengungkapkan, paket proyek pembangunan Taman Wisata Bahari Mojopahit telah disorong ke bagian pengadaan barang/jasa (PBJ) dan pembangunan untuk dilelang. Saat ini, proyek dengan pagu mencapai Rp 20,9 miliar ini masih dalam tahap kaji ulang. ”Sudah masuk ke PBJ, mungkin masih perlu tahapan-tahapan reviu,” terangnya, kemarin.

Pembangunan Taman Wisata Bahari Mojopahit menjadi paket proyek dengan kucuran anggaran terbesar tahun ini di Kota Mojokerto. Bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) fisik, pembangunan kawasan pariwisata yang menjadi proyek strategis nasional berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) 80/2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Jawa Timur ini akan menyentuh bangunan fasilitas umum. ”Ada beberapa macam item pekerjaan, tapi dilelang dalam satu paket,” tandasnya.

Seluruhnya dibangun di kawasan Jembatan Rejoto di sekitar Sungai Ngotok. Diperkirakan, estimasi waktu pengerjaan akan membutuhkan waktu kurang lebih empat bulan. Sedangkan pekerjaan sebelum ditarget sudah mulai pelaksanaan sebelum akhir tahun ini. ”Karena sudah proses, tinggal menunggu hasil reviunya,” tandas dia.

Untuk mendukung kawasan pariwisata di wilayah barat kota tersebut, Pemkot Mojokerto juga menggulirkan sejumlah paket proyek lainnya yang bakal dikerjakan beriringan. Di antaranya pembangunan gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) yang dinaungi Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto dengan pagu Rp 5,3 miliar.

Tak hanya itu, akses jalan menuju Taman Wisata Bahari juga dilakukan peningkatan. Pemkot mengucurkan total anggaran sebesar Rp 18 miliar untuk tiga paket pekerjaan jalan.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Kota Mojokerto Endah Supriyani menambahkan, peningkatan jalan dilakukan di dua ruas yang menjadi diproyeksi menjadi akses wisata. Masing-masing di Jalan Raya Pulorejo dengan pagu Rp 7,6 miliar dan di jalan Blooto utara Rp 3,3 miliar.

”Jalan Blooto utara dan Jalan Pulorejo sudah tayang. Tinggal menunggu proses semoga tidak gagal tendernya,” ujarnya.
Sesuai jadwal, tender dua proyek peningkatan jalan yang bersumber dari dana DAK akan tuntas Juni mendatang. Selain itu, papar Endah, satu paket pekerjaan lainnya berupa pembangunan Jalan Balongcangkring-Rejoto.

Proyek lanjutan itu diplot dari APBD 2023 dengan alokasi Rp 7 miliar. Dikatakan Endah, akses baru akan menghubungkan Kelurahan Mentikan menuju Jembatan Rejoto. ”Pembangunan Jalan Balongcangkring-Rejoto juga untuk mendukung akses menuju kawasan wisata,” tandas dia. (ram/ron)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *