Pemkot Mojokerto Naikkan Dana BOS Daerah

Published by on

Mulai Tahun Depan, Untuk Jenjang SD dan SMP

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkot Mojokerto akan menaikkan dana bantuan operasional sekolah daerah (BOS) daerah atau bosda di jenjang SD/MI dan SMP/MTS negeri dan swasta. Alokasi yang bersumber dari APBD ini bakal ditingkatkan cukup signifikan dari Rp 13,4 miliar di tahun anggaran berjalan menjadi Rp 23,6 miliar pada 2024 mendatang.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan telah memberikan restu untuk menaikkan dana bosda melalui rapat dengan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD). ’’Saya telah memberikan persetujuan keputusan bahwa untuk bosda tahun 2024 akan kita berikan peningkatan,’’ paparnya.

Ning Ita, sapaan akrab wali kota berharap, dengan dinaikkannya bosda Kota Mojokerto bisa meningkatkan kualitas pendidikan. Utamanya pada jenjang SD/MI dan SMP/MTs. ’’Karena pendidikan ini adalah salah satu urusan wajib layanan dasar, maka itu menjadi prioritas kami,’’ tuturnya.

Total, Pemkot Mojokerto akan mengalokasikan dana sebesar Rp 23,6 miliar untuk bosda pada 2024. Dana tersebut meningkat cukup drastis dibanding tahun anggaran 2023 yang dijatah Rp 13,4 miliar untuk jenjang SD/MI maupun SMP/MTs negeri dan swasta.

Di sisi lain, dinaikkannya dana bosda juga bertujuan untuk mengerek standar pelayanan minimal (SPM) di bidang pendidikan yang tahun 2022 telah mencapai 99,81 persen. Karena capaian indikator itu menjadi salah satu parameter pemberian dana transfer dari pemerintah pusat kepada daerah. ’’Makanya kami kejar terus, semoga tahun berikutnya SPM pendidikan bisa 100 persen,’’ urai Ning Ita.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mojokerto Amin Wachid menambahkan, hasil telaah terkait rincian kenaikan BOS daerah telah disampaikan ke wali kota. Persentase kenaikan di masing-masing jenjang berbeda berdasarkan hasil analisa dan evaluasi tim dari Universitas Brawijaya. ’’Kebijakan Bu Wali Kota (Ika Puspitasari), kenaikan bosda insyaallah bisa terealisasi mulai tahun 2024 berdasarkan kemampuan keuangan daerah,’’ sambungnya.

Pada 2023 ini, lembaga jenjang SD sederajat mendapatkan dana Bosda Kota Mojokerto sebesar Rp 30 ribu per siswa per bulan. Dengan nilai tersebut, total dana yang dikucurkan pemkot sebesar Rp 6.255.000.000 untuk SD/MI negeri dan swasta.
Sedangkan di tahun 2024, Pemkot Mojokerto bakal menaikkan dana bosda untuk jenjang SD/MI hingga dua kali lipatnya menjadi Rp 14.220.000.000. ’’Karena untuk SD/MI naik dari sekarang Rp 30 ribu menjadi Rp 75 ribu per siswa per bulan di 2024,’’ tandas Amin.

Untuk jenjang SMP sederajat yang tahun ini dianggarkan Rp 70.900 per siswa per bulan. Dengan jumlah siswa 8.507 anak, maka total dana bosda yang dikucurkan pemkot mencapai Rp 7.237.755.000 selama setahun untuk SMP/MTs negeri dan swasta.

Mulai tahun 2024, pemkot akan menaikkannya menjadi jadi Rp 92.000 per siswa per bulan. Sehingga, total bosda yang dianggarkan dari APBD meningkat menjadi Rp 9.391.728.000. ’’Memang kenaikan untuk jenjang SMP tidak sebesar di SD. Karena kami mengacu analisa dari tim Universitas Brawijaya,’’ paparnya.

Amin menjelaskan, tujuan diberikannya dana Bosda Kota Mojokerto untuk mengoptimalkan kegiatan program sekolah. Terutama kegiatan pembelajaran yang tidak tercover dari dana BOS nasional yang dari APBN. ’’Jadi bosda ini untuk mendukung kegiatan sekolah, baik kurikuler maupun ekstrakurikuler,’’ pungkas dia. (ram/fen)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *