Pemkot Mojokerto Gelar Audiensi dengan Kemenko PMK

Published by on

Percepat Penanganan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari melakukan audiensi ke Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) di Jakarta, Selasa (9/5). Tujuan kedatangannya untuk mempercepat penangangan penurunan angka kemiskinan ekstrem hingga mencapai target nol persen di tahun 2024.

Kedatangan Ning Ita, sapaan akrab wali kota beserta jajaran diterima langsung oleh Sekretaris Menko PMK Andie Megantara. Menurutnya, audiensi dilakukan sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden RI, Joko Widodo pada Rakornas Kepala Daerah dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Indonesia Tahun 2023, di Sentul International Convention Centre (SICC), Kabupaten Bogor, Selasa (17/1) lalu.

Ning Ita menyampaikan dua poin penting dalam audiensi tersebut. Salah satunya terkait belum adanya jumlah penduduk miskin berdasarkan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) Kemenko PMK dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial. ’’Hal ini mengakibatkan ada penduduk miskin Kota Mojokerto yang belum mendapatkan bantuan sosial APBN meskipun masuk dalam kategori layak sebagai penerima bantuan,’’ sebutnya.

Poin kedua, Ning Ita menjelaskan, berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur pada Agustus 2022, jumlah penduduk miskin ekstrem di Kota Mojokerto sebanyak 1.450 jiwa atau setara dengan 379 KK. Ning Ita berharap Kemenko PMK bisa melakukan intervensi untuk percepatan penanganan kemiskinan ekstrem.

Sementara itu, Sesmenko PMK Andie Megantara mengapresiasi ketersediaan data kemiskinan Kota Mojokerto yang telah tersedia by name by address (BNBA). Tim dari Kemenko PMK akan melakukan kunjungan lapangan ke Kota Mojokerto dan akan melaksanakan pemetaan untuk menentukan program dan skema yang tepat.

Khususnya, bagi penduduk miskin yang belum ter-cover jaminan sosial baik dari APBN maupun APBD. Kota Mojokerto sekaligus akan dijadikan pilot project penghapusan kemiskinan ekstrem, sehingga angka kemiskinan ekstrem bisa mendekati nol persen. (ram/fen)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *