Pemilik Warung Terlibat Penipuan Jual Beli Truk Warga Gedeg Mojokerto

Published by on

Hasil Menipu Dipakai Renovasi Tempat Usaha

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tutik Putri Agustin, 24, diadili karena terlibat penipuan jual beli truk di media sosial (medsos) yang diotaki pacarnya dari balik penjara. Dari perannya memblokir ATM dan mengecek struk palsu, perempuan asal Gunungkidul, Jogjakarta, itu meraup komisi Rp 15 juta.

Terdakwa menggunakan uang hasil kejahatan itu untuk kebutuhan usaha serta makan. ”Rp 10 juta saya pakai untuk renovasi warung dan Rp 3 juta untuk sehari-hari. Sisanya Rp 1,5 juta disita polisi,” kata Tutik dalam sidang pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto.

Tutik didakwa Pasal 378 atau Pasal 372 KUHP. Dia didakwa terlibat penipuan jual beli truk milik Desa Pagerejo, Kecamatan Gedeg, dengan kerugian Rp 200 juta. Aksi yang dilancarkan 11 November 2022 itu melibatkan enam pelaku. Tiga pelaku di antaranya merupakan napi Lapas Kelas II-A Bojonegoro. Tutik ditangkap polisi pada 15 Desember 2022. ”Saya ditangkap saat di rumah,” ujar warga Dusun Tapansari, Desa Watusigar, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunung Kidul, itu.

Dalam perkara ini, Tutik mengaku hanya diminta memeriksa struk palsu hasil editan salah satu napi pelaku. Bukti pembayaran transfer bank itu dikirim kepadanya oleh napi pelaku lainnya. Tutik kenal dengan pelaku lantaran menjalin hubungan asmara. ”Kami pacaran tapi belum pernah ketemu,” imbuh janda muda yang kini mendekam di Lapas Kelas II-B Mojokerto tersebut.

Untuk melancarkan aksi, Tutik juga menghubungi call center bank agar memblokir rekening korban dengan alasan ATM-nya telah dicuri orang. Agar tak dicurigai pihak bank, perempuan tersebut mengaku sebagai adik kandung korban. Kelak aksi penipuan itu berjalan sukses. Mereka berhasil melarikan satu unit dump truk Mitsubishi nopol S 9141 UR yang sebelumnya dijual lewat medsos Facebook (FB) senilai Rp 190 juta. Atas perannya, Tutik mengaku mendapat upah sebesar Rp 15 juta. Tutik menyangkal mengetahui aksi penipuan yang melibatkan dirinya ini.

Diberitakan sebelumnya, Satreskrim Polres Mojokerto Kota membongkar sindikat penipuan jual beli kendaraan secara online milik Didik Widodo Setyawan, 42. Bersama Tutik, polisi menangkap tiga napi Lapas Kelas II-A Bojonegoro. Mereka adalah Ananda Reza Siswanto, 24, asal Candi, Sidoarjo; Fathur Rohman, 27, asal Kebomas, Gresik; dan Ardyansyah Abdi Suwito, 31, asal Morokrembangan, Surabaya. Selain itu, polisi juga meringkus satu warga sipil lain yakni M Wahyudi, 33, warga Ngoro, Jombang. Satu pelaku lain kini berstatus buron berinisial AB.

Aksi pelaku bermula Ananda Reza menanggapi unggahan korban. Dengan mengaku bernama Setiyawan dan ingin melihat truk yang dijual korban. Pengecekan kendaraan kemudian dilakukan oleh Wahyudi, yang diakui Ananda Reza sebagai adik ipar. Pelaku Ananda Reza mengaku cocok dan menghubungi korban agar mengirim rekening nomor rekening untuk pembayaran.

Di saat korban mengirim nomor rekening itulah, Tutik mengambil perannya. Dia langsung mengubungi call center bank supaya memblokir rekening. Mengetahui rekeningnya telah diblokir, korban lantas menghubungi Ananda Riza agar tak mentransfer uang. Namun, pelaku mengaku kadung transfer semua uang.

Aksi sindikat ini pun berlanjut. Guna meyakinkan korban, Ananda Riza mengirimkan struk palsu transfer uang hasil editan Fathur dan Ardyansyah. Korban akhirnya percaya karena tak bisa memeriksa ATM sebab sudah diblokir. Di hari itu juga, korban menyerahkan truk berikut surat-suratnya kepada Wahyudi. Oleh pelaku, Truk segera dibawa menuju daerah Sale, Rembang, Jateng untuk diserahkan ke pelaku AB. (adi)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *