”Ngentit” Uang Perusahaan, Sales Susu di Mojokerto Dihukum 2 Tahun

Published by on

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Mandha Totti Rahmatullah, 24, divonis 2 tahun penjara. Pemuda asal Dusun Bendo, Desa Mojorejo, Kecamatan Modo, Lamongan itu terbukti menggelapkan uang hasil penjualan susu kemasan sebesar Rp 88 juta. Terdakwa melancarkan aksinya selama bekerja sebagai sales di PT Mitra Usaha Sukses Sejahtera pada 2021 silam.

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto yang mengadili perkara ini menyatakan, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan sebagaimana Pasal 374 KUHP. ”Menjatuhkan hukuman pidana dengan pidana penjara selama 2 tahun,” tegas hakim ketua Syufrinaldi dalam sidang putusan, Senin (8/5).

Putusan ini setengah tahun lebih berat dibanding tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Sebelumnya, JPU Kejari Kota Mojokerto Agung Setyolaksono Atmojo hanya menuntutnya dengan hukuman 1,5 tahun. Hakim menilai, perbuatan terdakwa telah mengakibatkan kerugian puluhan juta pada perusahaan.

Sebagaimana fakta persidangan, aksi Mandha membuat distributor produk susu UHT yang berkantor di Lingkungan Kuwung, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, merugi hingga Rp 88 juta. Terdakwa menggelapkan uang setoran piutang dari pelanggan selama bekerja sebagai sales pada rentan Maret-Agustus 2021. ”Terdapat 26 tagihan piutang dengan total Rp 88 juta yang digelapkan terdakwa,” kata Agung.

Aksi terdakwa terbongkar setelah perusahaan melakukan audit internal pada Agustus 2021. Pihak auditor melakukan pengecekan ke toko yang memiliki tagihan tersebut. Hasilnya, mereka mengaku telah membayar tagihan melalui terdakwa. Dari sana kelak diketahui, terdakwa tidak menyetorkan uang penagihan ke perusahaan melainkan untuk keperluan pribadi. ”Selama ini terdakwa menerima gaji Rp 2,5 juta per bulan, tapi karena terdesak kebutuhan dia nekat melakukan aksinya,” tandas dia. (adi/ron)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *