Maling Cucak Ijo Asal Kranggan Kota Mojokerto Dituntut 2 Tahun

Published by on

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Karena mencuri seekor burung, Achmad Saiful, 36, harus siap-siap mendekam di balik jeruji besi dalam waktu lama. Kemarin (30/5), warga Lingkungan Kuwung, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, itu dituntut hukuman 2 tahun penjara. Burung yang dia curi itu jenis cucak ijo seharga Rp 3 juta milik warga Lingkungan Balongcok, Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari.

Dari Lapas Kelas II-B Mojokerto, Saiful menghadapi sidang tuntutan secara online di Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto. Jaksa penuntut umum (JPU) Riska Apriliana menyatakan, terdakwa terbukti melakukan tindak pidana pencurian sebagaimana dakwaan Pasal 362 KUHP. ’’Menuntut agar majelis hakim menjatuhkan hukuman pidana dengan penjara selama 2 tahun,’’ tegasnya.

Saiful meminta keringanan atas tuntutan tersebut. Kepada majelis hakim, dirinya mengaku bersalah dan menyesali perbuatannya. Saiful diseret ke pengadilan lantaran mencuri burung kicau milik M Hebrianto. Aksi itu dilakukannya pada 18 Januari silam.

Saat melintas di depan rumah korban, terdakwa melihat seekor burung cucak ijo dalam sangkar sedang digantung di teras. Karena merasa situasi sepi, muncul niat Saiful mencuri burung dengan harga mahal tersebut. ’’Terdakwa membuka pagar rumah yang tidak terkunci lalu menurunkan sarang burung,’’ jelas Riska dalam dakwaan.

Terdakwa menawarkan burung tersebut lewat grup Facebook (FB). Keesokan harinya, burung seharga Rp 3 juta itu terjual dengan harga Rp 600 ribu. Pembelinya adalah warga Lingkungan Trenggilis, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon. Terdakwa dan pembeli melakukan transaksi secara cash on delivery (COD). ’’Uang hasil penjualan burung dipakai terdakwa untuk kebutuhan sehari-hari,’’ tandasnya. (adi/fen)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *