Ludruk di Eks Sekolah Soekarno di Mojokerto Sampaikan Spirit Nasionalisme

Published by on

”Sang Proklamator Bapak Insinyur Soekarno, Nyoto Beliau Pendekare Bongso.
Ngajak Bersatu Mulai Tokoh Lan Rakyat Indonesia, Gayuh Merdeko Kanggo Bongso Nusantoro.”

BEGITU petikan jula-juli yang ditembangkan seniman tradisional Jawa Timur H. Syakirun atau lebih dikenal dengan Cak Kirun saat tampil dalam pementasan ludruk di SDN Purwotengah, Kamis (1/6).

Di sela guyonannya, spirit nasionalisme juga disampaikan saat pelawak asal Madiun ini mengajak penonton untuk menyanyikan lagu Garuda Pancasila dan lagu-lagu perjuangan. ”Kita harus tetap ingat lagu-lagu perjuangan untuk membangkitkan semangat, termasuk tokoh-tokohnya. Kita juga tidak akan melupakan bahwa di SDN Purwotengah ini, Pak Karno atau Koesno pernah sekolah dan jadi presiden,” tuturnya.

LESTARIKAN BUDAYA: Penampilan Cak Kirun dan Cak Slenthem saat memainkan dagelan sebagai pembuka ludruk.

Karena itu, Cak Kirun mengapresiasi Pemkot Mojokerto yang menghadirkan pagelaran ludruk dalam memperingati Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno. Karena dalam rangkaian pertunjukan ludruk, juga dapat menjadi media untuk menyampaikan nilai-nilai tentang kebhinnekaan, kegotongroyongan, hingga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga persatuan.

Pendiri Padepokan Seni Kirun ini juga menyampaikan selamat HUT Ke-105 Kota Mojokerto. Menurutnya, di bawah kepemimpinan Wali Kota Ika Puspitasari, Kota Onde-Onde telah mengalami banyak kemajuan.

Tak hanya dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga perhatian terhadap kesenian dan budaya. ”Kota Mojokerto luar biasa. Sesuai yang jadi misinya Ibu Wali Kota Ning Ita menjadi kota pariwisata yang berbasis sejarah dan budaya,” pungkasnya. (ram/ron)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *