KONI Kabupaten Mojokerto Sebut Gelaran Porprov VIII Jatim Berpeluang Mundur

Published by on

Hingga Kini Gubernur Belum Terbitkan SK

MOJOKERTO RAYA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kabar mundurnya gelaran Porprov VIII Jatim belakangan kian menguat. Ajang multievent yang sedianya direncanakan dihelat tanggal 9-16 September mendatang ini disebut berpeluang mundur dari jadwal. Hal ini diperkuat dengan belum diterbitkannya SK Gubernur terkait gelaran Porprov VIII hingga saat ini.

’’Memang ada kabar kalau pelaksanaan porprov nanti, yang rencananya tanggal 9-16 September, itu mundur,’’ sebut Ketua Umum KONI Kabupaten Mojokerto Suher Didieanto. Menyeruaknya kabar tersebut memantik berbagai spekulasi publik akan faktor penyebabnya.

Di antaranya, menyangkut soal ketidaksiapan venue hingga anggaran pelaksanaan porprov. ’’Akan diundur kapan ini masih belum ada kabar pasti. Apalagi ini belum ada pembahasan resmi dan lebih lanjut dari KONI dan Dispora Jatim,’’ tambahnya.

Ketua Umum KONI Kota Mojokerto Santoso Bekti Wibowo menuturkan hal senada. Hingga kini belum ada pembahasan resmi soal kabar ditundanya ajang olahraga tingkat Jatim tersebut. Ditambah, hingga sampai saat ini gubernur belum menerbitkan SK Porprov VIII. ’’Untuk penetapan tanggal yang direkomendasikan ke gubernur memang sudah ada, tanggal 9-16 Septermber itu. Tapi SK dari gubernur memang belum terbit, kita masih menunggu itu,’’ ungkapnya.

Pada 18 April lalu, Dispora Jatim menerbitkan surat nomor 426/7423/117.3/2023 perihal penetapan tanggal gelaran Porprov VIII pada 9-16 September yang diajukan ke Gubernur. Namun, gubernur belum ketok palu dengan menelurkan SK Porprov VIII. Hal ini berbanding terbalik dengan gelaran porprov edisi sebelumnya. Tahun lalu, gubernur menerbitkan SK Porprov VII di bulan April untuk menggelar ajang multievent tersebut di bulan Juni-Juli tahun 2022.

Santoso mengaku, pembahasan penentuan tanggal gelaran Porprov VIII berlarut-larut. Setidaknya KONI dan Dispora Jatim bersama perwakilan empat tuan rumah menggelar empat kali rapat koordinasi (rakor) di awal tahun ini. ’’Karena untuk menentukan tanggal itu kita mencari celah antara sejumlah agenda olahraga lainnya dengan rangkaian PON,’’ sebutnya.
Adapun agenda yang berdekatan dengan porprov tersebut yakni Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XVI 25 Agustus -5 September dan Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) yang bakal dihelat Oktober mendatang.

Jika nantinya gelaran porprov benar-benar mundur, hal ini bisa menguntungkan sekaligus merugikan bagi daerah peserta. Di lain sisi, mundurnya gelaran porprov membuat masing-masing cabor memiliki waktu persiapan yang panjang untuk dimaksimalkan. ’’Kalau nanti jadinya mundur ya bisa bentrok dengan agenda lain, bisa tambah ruwet,’’ tandasnya. (vad/fen)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *