Kebakaran Lereng Welirang di Mojokerto Diduga Dipicu Api Unggun Pendaki

Published by on

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan lereng Gunung Welirang, Kecamatan Trawas, diduga kuat karena ulah manusia. Kemungkinan sumber api bisa muncul dari api unggun pendaki, aktivitas perburuan, hingga pembukaan lahan.

Hal ini disampaikan Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Djoko Supangkat. Menurutnya, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki pihak Tahura Raden Soerjo dan Perhutani selaku pengelola objek karhutla. Gunung Welirang kali pertama dilaporkan terbakar pada Kamis (25/5) malam di lereng wilayah Prigen, Pasuruan, dan keesokan harinya merembet ke Mojokerto. Api dipastikan baru padam setelah tiga hari operasi pemadaman pada Minggu (26/5) pagi.

Berdasarkan pengamatan sementara, kata Djoko, minim kemungkinan kebakaran terjadi akibat faktor alam. Pihaknya menduga pemicu kebakaran berasal dari faktor human error alias kelalaian manusia. ”Faktor manusia ini banyak kemungkinannya,” sebutnya, kemarin (29/5).

Sumber api pertama bisa jadi berasal dari aktivitas pembakaran untuk pembukaan lahan. Hal ini seiring dengan titik kebakaran di Prigen masih berada pada ketinggian 1.823 mdpl dan berjarak dua jam perjalanan dari perkampungan.

Selain itu, sisa api unggun pendaki juga dimungkinkan jadi pemicu. Bara api yang tak padam tuntas membakar ilalang kering hingga akhirnya meluas. ”Bisa juga karena orang menyalakan api untuk berburu binatang. Jadi kemungkinannya karena kelalaian manusia,” tandasnya.

Di samping itu, pihaknya mengimbau masyarakat dan pendaki agar tidak sembarangan menyalakan api di kawasan hutan gunung. Terlebih pada musim kemarau dengan cuaca terik saat ini.

Sementara itu, Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat Tahura Raden Soerjo Ajat Sudrajat menyatakan, setelah ditutup sejak Jumat (26/5), jalur pendakian di Gunung Welirang dan Arjuno dibuka. Pembukaan jalur tersebut berlaku sejak Jumat (27/5) setelah kebakaran dipastikan tertangani. ”Jalur pendakian dibuka, kami mengimbau kepada semua pendaki untuk tetap waspada,” ujarnya, kemarin.

Seperti diketahui, lereng Gunung Welirang seluas 38,71 hektare terbakar selama tiga hari. Kawasan tersebut berada di RPH 07 Mojokerto atau Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas. Lokasi kebakaran berada pada ketinggian 2.900 mdpl atau sekitar 10 jam perjalanan dari pemberhentian terakhir kendaraan. Operasi pemadaman berlangsung tiga hari dan melibatkan 72 personel gabungan. (adi/ron)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *