Kebakaran Lereng Gunung Welirang Mojokerto Sasar Vegetasi Cemara Gunung dan Pakis Hutan, Luas Ditaksir 38 Hektare

Published by on

Mojokerto – Setelah sempat terbakar selama beberapa hari dan kini api dinyatakan telah padam, luas lahan yang terbakar di Lereng Gunung Welirang Mojokerto ditaksir mencapai 38,71 hektare.

Selama proses pemadaman petugas juga mengalami banyak kendala, mulai dari jauhnya titik vegetasi yang terbakar dari pemukiman masyarakat, hingga pemadaman hanya menggunakan alat seadanya berupa ranting dan dahan pohon.

Meskipun kebakaran telah berhasil dipadamkan, namun jalur pendakian belum dibuka. Vegetasi yang terbakar adalah cemara gunung dan pakis hutan.

Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat Tahura R Soerjo Ajat Surajat menjelaskan kebakaran pertama kali diketahui pada Jumat (26/5/2023) sekitar pukul 05.00 WIB.

Kala itu, titik api terlihat di lereng Gunung Welirang yang masuk di wilayah Desa Ketapanrame Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto.

Lantas petugas gabungan sekitar pukul 09.00 WIB berangkat menunju titik api yang membutuhkan lama perjalanan 8-10 jam, tim pemadam bergerak ke lokasi secara bertahap.

Selama proses pemadaman, total personil gabungan Tahura R Soerjo dan Relawan Masyarakat Peduli Api mencapai 80 orang.

Pemadaman sempat terkendala waktu tempuh dari Desa Ketapanrame ke titik kebakaran, jalur yang terjal diwarnai jurang dan tebing, hingga lokasinya yang berkabut dan berasap.

Usai petugas mengerahkan berbagai upaya, kebakaran vegetasi di lereng Gunung Welirang baru berhasil dipadamkan pada Sabtu (27/5/2023) malam.

“Sabtu malam sudah padam, tapi kemarin (28/5/2023) pagi dilakukan penyisirian lagi lokasi-lokasi yang terindikasi ada asap, jam 10 pagi dinyatakan sudah klir,” kata Ajat kepada detikJatim, Senin (29/5/2023).

Kebakaran hutan yang terjadi di lereng Gunung Welirang wilayah Desa Ketapanrame dengan ketinggian 2.942 mdpl.

Vegetasi yang terbakar berupa cemara gunung dan pakis hutan. Luas hutan yang terbakar mencapai 38,71 hektare.

Ia memastikan hutan yang terbakar bukan di jalur pendakian maupun jalur yang biasa diakses masyarakat setempat.

Terkait jalur pendakian ke Gunung Welirang, tambah Ajat, sudah ditutup sejak kebakaran terjadi Jumat pekan lalu. Sampai hari ini, pihaknya belum membuka kembali jalur pendakian.

Meski dinyatakan telah padam, pihaknya pun terus mewaspadai dan melakkan evaluasi lapangan untuk memastikan sudah tidak muncul api.

“Kami evaluasi dulu, kami sampaikan hasil di lapangan. Jika memungkinkan, kami buka lagi. Kami takutnya ada api susulan, masih dilihat dulu, mudah-mudahan padam dan tidak muncul api lagi,” pungkasnya.

Artikel Kebakaran Lereng Gunung Welirang Mojokerto Sasar Vegetasi Cemara Gunung dan Pakis Hutan, Luas Ditaksir 38 Hektare pertama kali tampil pada Kabar Mojokerto.

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *