Karyawan Tipu Topsell Mojokerto Rp 1,2 Miliar

Published by on

Mojokerto – PT Topsell Raharja Indonesia mengalami kerugian hingga miliaran rupiah. Setelah perusahaan distributor peralatan elektronik yang terletak di Jalan Bhayangkara, Kota Mojokerto itu ditipu oleh karyawannya sendiri.

Tak tanggung-tanggung nilai kerugian mencapai Rp 1,2 miliar. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari dua kasus penipuan. Penipuan pertama dilakukan 2 pegawai freelance Spektra Multi Financing Mojokerto.

Pelaku Ira Puspitasari (27), warga Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto dan Alen Citra Dewi (29), warga Desa Sidoharjo, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota AKP Bambang Tri Sutrisno mengatakan Ira dan Alen merupakan pegawai yang memang ditugaskan untuk menjual alat elektronik di Topsell dengan sistem kredit. Keduanya kemudian memalsukan surat perjanjian kredit dan surat persetujuan pembiayaan dari Spektra.

Kemudian kedua surat tersebut digunakan oleh kedua pelaku untuk mengeluarkan ponsel dari Topsell di Jalan Bhayangkara, Kota Mojokerto. Selanjutnya ponsel-ponsel itu mereka jual kepada pembeli perorangan.

“Pelaku membuat transaksi fiktif tanpa persetujuan dari Spektra Mojokerto. Total kerugian yang dialami (Topsell) sebesar Rp 886.824.000,” kata Bambang saat dikonfirmasi kabarmojokerto.id, Kamis (25/5/2023).

Namun sepandai-pandainya Ira dan Alen menutupi kejahatannya, aksinya tersebut akhirnya terbongkar. Manajemen PT Topsell Raharja Indonesia melaporkan keduanya ke Polres Mojokerto Kota pada 25 Januari 2023.

Setelah menuntaskan penyelidikan, polisi menetapkan kedua pelaku menjadi tersangka dengan pasal 378 dan 372 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan. Ira ditangkap dan ditahan sejak 25 Maret lalu.

“Pelaku lain berstatus DPO (Daftar Pencarian Orang) yaitu atas nama Alen Citra Dewi,” ucap Bambang.

Sementara untuk kasus penipuan kedua dilakukan pegawai PT Topsell Raharja Indonesia, Hanung Yosefina Triasputri (33). Ibu dua anak asal Kelurahan Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya itu menjabat Supervisor Merchant di Topsell Jalan Bhayangkara.

Bambang menjelaskan, Hanung menipu Topsell dengan menggelapkan uang untuk membayar suplier barang elektronik dan mebel. Tak hanya itu, Hanung juga melakukan mark up anggaran perjalanan dinas ke Semarang.

“Nilai kerugian (Topsell) sebesar Rp 309.032.550. Untuk pelaku sudah ditahan sejak 30 Maret 2023 sampai dengan sekarang,” kata Bambang.

Sementara itu, Supervisor Keuangan PT Topsell Raharja Indonesia, Dian Dwiningsih menuturkan pihaknya mengalami kerugian Rp 886.824.000 akibat penipuan yang dilakukan Ira dan Alen. Menurutnya, perbuatan kedua tersangka berjalan sejak Mei 2022 sampai Januari 2023.

“Kerugian itu berupa 199 ponsel berbagai merek yang dominan tipe highend, jarang ponsel harga murah. Sedangkan 3 lainnya 1 televisi dan 2 speaker,” kata Dian.

Manajer Merchant PT Topsell Raharja Indonesia, Yuli Nursasi menambahkan perbuatan Hanung menyebabkan manajemen perusahaan harus menanggung rugi Rp 315.848.550. Menurutnya, penipuan yang dilakukan tersangka berlangsung sejak Maret tahun lalu sampai Januari 2023.

“Uang perusahaan yang digelapkan pelaku untuk pembayaran 140 barang elektronik dan mebel ke 4 suplier. Belum lagi order fiktif dan mark up biaya perjalanan dinas,” cetusnya.

Supervisor Area Spektra Mojokerto Vandri ketika dikonfirmasi wartawan juga membenarkan Ira dan Alen adalah karyawan freelance. Kedua tersangka sekitar 2 tahun ditugaskan sebagai sales di Topsell Jalan Bhayangkara sebelum kasus ini terbongkar.

“PO (persetujuan pembiayaan dari Spektra) yang diberikan ke Topsell diedit sendiri oleh oknumnya. Saya tahu sekitar Oktober, keduanya saya suruh selesaikan, ada surat pernyataan juga. Dia bilang akan pinjam saudara dan pinjam bank, ternyata dia bohong,” tukas Vandri.

Artikel Karyawan Tipu Topsell Mojokerto Rp 1,2 Miliar pertama kali tampil pada Kabar Mojokerto.

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *