Kampanye Cegah Anemia, Bupati Mojokerto Ajak Rematri SMAN 1 Kutorejo Minum TTD Lewat Program Jumat Ceria

Published by on

Kutorejo  – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto mencanangkan gerakan minum tablet tambah darah (TTD) bagi remaja putri (rematri) yang duduk dibangku SMP/SMA sederajat. Gerakan ini rutin digelar lewat program Jumat Ceria.

Jumat Ceria sendiri merupakan akronim dari cantik, enerjik, rajin, inovatif, dan Aktif. Gerakan ini rutin dilaksanakan setiap jumat dengan harapan agar dapat terhindar dari anemia.

Kali ini, pelaksanaan minum TTD secara serentak dilaksanakan di SMAN 1 Kutorejo, Jum’at (26/5/2023). Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati juga turut hadir secara langsung. Ia didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dr Ulum Rokhmat, Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto Ninik, Kepala Puskesmas Kutorejo dr Wilis dan kajaran Forkopimca Kutorejo.

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmwati mengikuti senam dalam program Jumat Ceria di SMAN 1 Kutorejo.

Pelaksanaan minum TTD secara serentak di SMAN 1 Kutorejo diawali dengan senam bersama. Kemudian, Bupati Ikfina menyerahkan secara simbolis TTD kepada Kepala sekolah SMAN 1 Kutorejo Ahmad Setyawan.

Tak hanya itu, Bupati perempuan pertama Mojokerto ini juga membuka sesi tanya jawab dengan para siswi terkait sel darah merah dan penyakit anemia. Bagi siswi yang dapat menjawab pertanyaan, Ikfina akan menggancarnya dengan hadiah berupa kaos.

Dalam sambutannya, Bupati Ikfina menjelaskan, pelaksanaan minum TTD secara serentak ini merupakan program dari Kementerian Kesehatan yang wajib dilakukan di seluruh Indonesia. Sebab, saat ini bangsa Indonesia telah menghadapi masalah besar yang berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia, yaitu kasus stunting.

Oleh sebab itu, minum tablet tambah darah tidak semat-mata hanya untuk pencahahan anemia saja, melainkan juga dalam rangka pencegahan stunting sejak dini.

“Saat ini bangsa kita menghadapi masalah stunting dimana terjadi gagal tumbuh pada balita. Stunting merupakan masalah serius yang dapat mengancam masa depan bangsa, karena bayi stunting akan tumbuh dengan tingkat kecerdasan 20 persen dibawah rata-rata,” katanya.

Salah satu faktor penyebabnya adalah rematri sebagai calon mengalami kurang darah atau anemia. Sehingga berpotensi melahirkan bayi stunting. Untuk mengatasi risiko kurang darah, maka perlu minum TTD. Menurut Ikfina, dalam satu tanlet TTD ini terkandung 60 mg zat besi berupa ferro yang lebih cepat diserap tubuh.

Ia berpesana, agar para rematri rutin mengomsumsi TTD secara rutin seminggu sekali di hari Jumat.

“Tolong diminum tablet tambah darahnya karena setiap bulan remaja putri kehilangan darah akibat dari menstruasi. Tablet tambah darah ini diminum satu minggu sekali setiap hari jumat untuk memenuhi kebutuhan zat besi agar tidak sampai kurang darah,” ungkap bupati.

Ikfiba menambahkan, selain berisiko melahirkan bayi stunting, anemi juga dapat menyebabkan seseorang mudah mengantuk. Bahkan otak tidak bisa berpikir dengan cepat dan tidak bisa konsentrasi.

 

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati memberikan hadiah berupa kaos kepada siswa SMAN 1 Kutorejo.


Ia meminta agar rematri terus menjaga kesehatan tubuhnya dengan memperhatikan pola makan dan minum. Misalnya, ia mengimbai tidak mengomsumsi kopi atau teh sesudah makan.

“Minum kopi dan teh setelah makan sebelum satu jam dapat menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh. Akan tetapi minum jus jeruk atau semacamnya bisa mempercepat penyerapan zat besi di dalam usus,” pungkasnya Ikfina.

Artikel Kampanye Cegah Anemia, Bupati Mojokerto Ajak Rematri SMAN 1 Kutorejo Minum TTD Lewat Program Jumat Ceria pertama kali tampil pada Kabar Mojokerto.

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *