Kagum, Peserta ini Jalani Cuci Darah Tanpa Biaya Berkat Program JKN

Published by on

MOJOKERTO – Pada tahun kesembilan pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), program yang diselenggarakan BPJS Kesehatan ini telah memberikan banyak kemudahan bagi pesertanya dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Sudah banyak manfaat yang dirasakan oleh peserta dalam mendapatkan hak kesehatan, salah satunya yaitu Ali Iksan (40).

Dirinya yang kini tinggal di Murukan, Kelurahan Surodinawan Kota Mojokerto mengaku telah terdaftar menjadi peserta JKN segmen peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI). Awalnya, pria yang sehari-hari berwirausaha menjual pakan burung tersebut mengeluh sering merasa pusing, sehingga dia memutuskan untuk berobat ke faskes tingkat pertama tempatnya terdaftar. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter di faskes tingkat pertama, dia dirujuk ke RSU Wahidin Sudiro Husodo Mojokerto dan menjalani rawat inap di rumah sakit tersebut.

“Ternyata setelah dilakukan pemeriksaan, saya harus menjalani cuci darah. Jujur saat itu sangat kaget saya. Terbayangkan berapa biaya cuci darah yang harus saya siapkan, sekali cuci darah sekitar 800 ribu sampai 1 juta rupiah. Padahal saya harus cuci darah delapan kali sebulan, tentu biaya yang cukup besar sekali bagi saya dan kemungkinan tidak akan bisa terbayarkan kalau saya tidak menjadi peserta JKN. Maka dari itu, saya walaupun sakit masih bersyukur karena Pemerintah Daerah Kota Mojokerto mendaftarkan saya sebagai peserta PBID,” ujar Ali.

Ali dan keluarga merasa sangat terbantu dalam pembiayaan pengobatan tersebut berkat Program JKN. Selain itu, selama dirinya dirawat di rumah sakit pelayanan yang diberikan pada dirinya sebagai peserta JKN tidak pernah dibedakan dengan pasien lainnya. Pelayanan yang diberikan pun sangat baik serta dia tidak pernah dikenakan iur biaya tambahan. “Saya menjalani cuci darah ini sudah lebih dari tujuh tahun. Alhamdulillah selama menjalani cuci darah di rumah sakit petugas memberikan pelayanan dengan baik dan yang terpenting adalah tidak ada penambahan biaya. Tidak pernah dipersulit untuk mendapatkan pengobatan dan jadwal cuci darah sehingga tidak menunggu lama,” ungkapnya.

Kondisi Ali kini setelah rutin cuci darah telah berangsur normal sehingga dia dapat menjalankan aktivitas ringan bersama keluarga. Ali bersyukur, Program JKN telah banyak sekali meringankan kehidupannya beserta keluarga. “Cuci darah adalah penyambung hidup saya, sehingga saya masih dapat mencari nafkah. Beruntung ada Program JKN, sehingga saya dapat tetap rutin cuci darah,” tambahnya.

Ali juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Kota Mojokerto karena telah membantunya mendapakan jaminan pelayanan kesehatan. Ali juga mengimbau seluruh masyarakat agar segera mendaftarkan diri dan keluarga ke dalam Program JKN serta selalu membayar iuran, karena dengan iuran yang dibayarkan baik oleh pemerintah maupun masyarakat, dapat membantu masyarakat lain yang memburuhkan jaminan pembiayaan pelayanan kesehatan.

“Saya dan keluarga berterima kasih kepada Pemerintah Kota Mojokerto yang sudah memberikan jaminan kesehatan dengan menjadikan saya sebagai peserta JKN yang di biayai olah Pemerintah Kota Mojokerto, dengan begitu semua biaya pelayanan kesehatan akan dijamin oleh BPJS Kesehatan. Saya juga mengajak kepada seluruh masyarakat yang membayar iurannya secara mandiri untuk selalu rutin membayar iuran, sehingga Program JKN dapat berjalan dengan lancar dan bisa menjamin kesehatan seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Selain itu, dirinya juga mengajak masyarakat Indonesia yang belum menjadi peserta JKN agar segera mendaftarkan sebelum sakit. Hal ini tidak semata mata untuk berobat pada waktu sakit, namun apabila dikarunia sehat, maka iuran tersebut dapat digunakan untuk membiayai peserta lain yang yang membutuhkan biaya layanan kesehatan. (rn/gy/jamkesnews.com)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *