Jelang Waisak, Maha Vihara Mojopahit Mojokerto Mandikan Buddha Tidur

Published by on

TROWULAN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Semarak Hari Raya Waisak sudah tampak di Maha Vihara Mojopahit, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan. Berbagai persiapan menyambut hari besar itu telah dilakukan. Salah satunya yakni proses pemandian patung Buddha Tidur dengan menggunakan air kembang.

Pemandian patung Buddha Tidur terbesar di Indonesia itu berlangsung kemarin (30/5). Seluruh bagian patung sepanjang 22 meter itu tampak dibasuh dan digosok secara saksama. Pembersihan patung setinggi 4,5 meter itu melibatkan delapan orang. Air yang digunakan untuk membersihkan patung telah ditaburi dengan bunga mawar, melati, dan kenanga.

Pandita Maha Vihara Mojopahit Sariyono mengatakan, pemandian Buddha Tidur kali ini bertepatan dengan momen penyambutan Hari Raya Waisak pada 4 Juni nanti. Prosesi pembersihan patung menjadi simbol pembersihan batin dan jiwa seluruh umat sebelum melaksanakan ibadah Waisak. ”Kami menggunakan air bunga agar prosesi ini menjadi sakral,” ujarnya.

Puncak Waisak tahun 2567 Buddhist Era (BE) nanti akan digelar dengan ritual pradaksina dan upacara mandi Buddha. Pradaksina adalah ritual mengelilingi patung Buddha Tidur dan vihara sedangkan Mandi Buddha yakni ritual pemandian rupang Bodhisattva Siddharta.

Romo Sariyono menambahkan, seperti tahun-tahun sebelumnya, umat Buddha menyambut Waisak tahun ini dengan meriah. Berbagai persiapan di maha vihara telah dilakukan. Selain pemandian patung Buddha Tidur yang menjadi ikon vihara, persiapan juga ditunjukkan dengan pemasangan payung dan membersihkan area ibadah.

Berbagai prosesi pembersihan tempat ibadah ini menyiratkan makna agar umat membersihkan diri dari segala hal buruk. ”Saat membersihkan rupang Buddha Tidur ini misalnya, kita mempunyai niat membersihkan batin dari segala kekotoran dan pikiran buruk,” ungkapnya. (adi/ron)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *