Jelang Porprov, PKL Stadion Gajah Mada Mojosari Mojokerto Bakal Disterilkan

Published by on

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkab Mojokerto mulai berancang-ancang menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di ruang terbuka hijau (RTH) kompleks Stadion Gajah Mada Mojosari. Kawasan yang bakal jadi tempat pertandingan Porprov VIII 2023 ini ditargetkan akhir Juli sudah steril dari pedagang.

Sekdakab Mojokerto Teguh Gunarko, mengatakan, penertiban PKL di area Stadion Gajah Mada Mojosari sudah menjadi salah satu agenda pemda. Beberapa kali sudah dilakukan rapat koordinasi dengan lintas OPD terkait persiapan porprov yang dijadwalkan September mendatang. ’’Karena Stadion Gajah Mada Mojosari ini menjadi salah satu venue, bahkan jadi tempat penutupan, maka kita harus lakukan penertiban,’’ ungkapnya.

Sesuai instruksi pimpinan, satpol PP diminta melakukan koordinasi dengan puluhan PKL. Dalam penertiban, ada dua opsi. Pertama, pedagang di kawasan hutan kota tersebut direlokasi ke pusat oleh-oleh Jotangan Center yang berada sekitar 200 meter sebelah barat dari area stadion. Selain memang itu sedianya sebagai sentra perdagangan, aset pemda yang sudah dibangun dengan menelan anggaran Rp 5 miliar itu sejauh ini belum termanfaatkan dengan optimal atau mati suri. ’’Jadi, mereka para PKL kita tarik keluar, kita relokasi di situ (Jotangan Center),’’ tandasnya.

Opsi kedua, lanjut Teguh, para PKL bakal ditertibkan ke bagian timur stadion. Jumlah mereka yang mencapai 84 lapak itu ditata sedemikian rupa agar terpusatkan di satu titik. Tidak semrawut seperti yang nampak sekarang ini. Puluhan pedagang yang menjamur dan terlihat kumuh itu menjadi pekerjaan rumah bagi pemkab agar tertata lebih baik. Dengan harapan gelaran Porprov VIII tahun depan bisa terlaksana secara maksimal. ’’Pokoknya kita cari solusi yang terbaik, apalagi di momentum porprov ini, peningkatan ekonomi juga harus kita tangkap,’’ tandasnya.

Pemda berharap momentum Porprov VIII yang dijadwalkan pada September mendatang bisa menggairahkan perekonomian daerah. Termasuk, diharapkan bisa mendongkrak perekonomian para PKL tersebut. ’’Ditarget, penertiban maksimal akhir Juli sudah selesai. Juni progresnya sudah kelihatan. Karena nanti langkah kedua, setelah tertib, DLH akan menata tamannya,’’ tegas Teguh. (ori/fen)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *