Jalur Zonasi PPDB Kabupaten Mojokerto Dibuka dengan Kuota Maksimal

Published by on

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Jalur zonasi pada PPDB jenjang SMP Negeri di Kabupaten Mojokerto dibuka dua hari ke depan. Pendaftaran tahap tiga ini, dispendik menyediakan kuota maksimal dari sebelumnya. Sebanyak 50 persen atau 4.272 kursi peserta didik.

Kepala Dispendik Kabupaten Mojokerto Ludfi Ariyono, mengatakan, pendaftaran PPDB jenjang SMP negeri sampai sekarang terus digulirkan. Kali ini giliran jalur zonasi untuk 41 lembaga pendidikan yang tersebar di 18 kecamatan dibuka. ’’Pendaftaran tahap tiga pada jalur zonasi ini kita buka dua hari, sama dengan jalur-jalur di tahap satu dan dua,’’ ungkapnya.

Pendaftaran secara online dimulai hari ini (24/5) dan ditutup Kamis (25/5) pukul 21.00. Pada tahap ini semua calon siswa mempunyai kesempatan yang sama. Mereka bisa mendaftarkan diri di seluruh SMP negeri yang diinginkan. ’’Kuotanya maksimal, sebanyak 50 persen, atau ada 4.272 kursi dari total pagu PPDB tahun ini,’’ beber Ludfi.

Kendati kuotanya paling besar dibandingkan jalur lainnya, kata Ludfi, yang perlu diingat, mekanisme penerimaannya dititikberatkan pada jarak tempat tinggal. Yakni, domisili calon peserta didik dengan sekolah tujuan dengan menggunakan metode titik koordinat. ’’Semakin dekat jarak rumahnya dengan sekolah yang dituju, potensi untuk diterimanya lebih besar. Jadi bersaingnya tidak lagi prestasi, tapi jarak rumah,’’ tandasnya.

Sebagai ketentuan, domisili yang tervalidasi tak lain alamat yang sesuai dengan data kelulusan pada jenjang SD atau pun MI, dengan dilampiri fotocopy rapor kelas V dan VI, serta fotocopy kartu keluarga yang ditinggali sesuai domisili. Tak sekadar itu, titik koordinat yang diterima juga berdasarkan kartu keluarga yang diterbitkan paling lambat 1 Juli 2022.

Bagaimana jika pendaftar melebihi pagu di sekolah? Ludfi menegaskan, mekanisme seleksi bakal dilakukan dengan perankingan. ’’Kita tetap menghitung jarak terdekat tempat tinggal dengan sekolah tujuan. Jika terdapat kesamaan, perangkingannya didasarkan pada usia calon peserta didik yang lebih tua,’’ paparnya.

Dari 41 lembaga SMP negeri, kuota terbesar di SMP Negeri 1 Dlanggu, SMPN 1 Ngoro, dan SMPN 1 Sooko. Ketiga lembaga tersebut membuka 10 rombel. Dengan 32 siswa tiap rombel, maka masing-masing mendapat kuota 160 kursi.

Disusul SMPN 1 Mojosari dengan jumlah pagu 144 kursi. Lalu, masing-masing 128 kursi tersebar di SMPN 1 dan 2 Bangsal, SMPN 1 gedeg, SMPN 1 Gondang, SMPN 1 Jetis, SMPN 1 Kemlagi, SMPN 1 Kutorejo, SMPN 2 Mojoanyar, SMPN 2 Mojosari, SMPN 1 dan 2 Pungging, SMPN 1 Puri, serta SMPN 1 Trowulan. ’’Jalur zonasi ini memang kita prediksi paling banyak pendaftar. Jadi, zonasi ini juga bagian dari pemenuhan rombel dari pagu sebelumnya yang tidak terisi penuh, karena paling banyak juga kuotanya. Kalau belum penuh maka tahap 4 jalur nilai rata-rata rapor,’’ tegasnya.

Kendati dipastikan membeludak, pihaknya meyakini tidak sampai berimbas pada server down. ’’Salah satu tujuan tahapan adalah untuk mengantisipasi (server down) itu. Karena siswa yang telah diterima di tahap 1 dan 2 tidak bisa mengikuti tahap selanjutnya. Sehingga mengurangi beban server,’’ jelasnya.

Sebelumnya, pendaftaran PPDB jenjang SMP negeri jalur afirmasi di Kabupaten Mojokerto juga diminati dibanding jalur prestasi. Terbukti, dari 41 lembaga hanya 8 yang tak terpenuhi. Sementara, di jalur prestasi kejuaraan, hanya 7 sekolah yang telah memenuhi kuota. (ori/fen)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *