Jalur Afirmasi PPDB SMP Negeri di Kabupaten Mojokerto Membeludak

Published by on

Kuota di 28 SMP Negeri Sudah Penuh

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMP negeri jalur afirmasi di Kabupaten Mojokerto membeludak. Hingga hari terakhir kemarin, jumlah pendaftar mencapai 1.573 peserta. Angka itu melebihi kapasitas dari pagu sebanyak 1.279 kursi.

Kepala Dispendik Kabupaten Mojokerto Ludfi Ariyono mengungkapkan, pada tahap dua PPDB kali ini, ada tiga jalur sekaligus dibuka. Terdiri, kejuaraan akademik/nonakademik, afirmasi, dan jalur perpindahan tugas orang tua. Sesuai jadwal, pendaftaran pada tiga jalur ini dibuka dua hari. Yakni, Sabtu-Minggu 20-21 Mei 2023. ’’Dari tiga jalur ini, ternyata, afirmasi cukup peminatnya sangat tinggi,’’ ungkapnya.

Sesuai data, hingga penutupan pukul 18.00 kemarin, pendaftar melalui jalur afirmasi ini tembus 1.573 peserta didik. Padahal, dari kuota 15 persen yang tersebar di 41 lembaga pendidikan, total pagu hanya 1.279 kursi. Kendati begitu, Ludfi menegaskan, meski jalur ini membeludak, bukan berarti 41 lembaga terpenuhi semuanya. ’’Sesuai data online, dari 41 SMP negeri, masih ada 13 sekolah yang belum terpenuhi pagu. 28 SMP negeri sudah melebihi kuota,’’ tuturnya.

Seperti halnya SMP Negeri 1 Jatirejo. Tercatat 70 peserta didik yang mendaftar. Mereka merebut 34 kursi jalur afirmasi yang dibuka. Begitu juga dengan SMP Negeri 1 Kemlagi juga kelebihan 36 pendaftar. Dari pagu yang dibutuhkan 38 kursi, ternyata ada 74 peserta didik yang mendaftar melalui jalur afirmasi tersebut.

Di SMP Negeri 1 Gedeg terdapat 70 pendaftar dari pagu 38 kursi. Sedangkan SMP Negeri 1 Gondang dengan capai 63 pendaftar dari masing-masing pagu 38 kursi. Selanjutnya, SMP Negeri 2 Jatirejo terdapat 51 pendaftar dari pagu 29 kursi dan SMP Negeri 2 Trowulan ada 54 pendaftar dari pagu 34 kursi yang tersedia. ’’Karena sebagian besar melebihi pagu, secara otomatis kita berlakukan perankingan menggunakan tabel skor untuk menentukan,’’ bebernya.

Menurutnya, jalur afirmasi ini dikhususkan untuk peserta didik baru yang berasal dari keluarga tidak mampu. Termasuk, penyandang disabilitas. Sebagai penentu, mereka harus memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP)/PKH/ kartu keluarga sejahtera (KKS). Sebagai validasi peserta wajib melampirkan surat pernyataan keaslian KIP/PKH atau KK yang dimiliki dan bermaterai.

Skor paling tinggi ada di angka 3 dengan kepemilikan tiga kartu. Lalu skor 2 untuk pemegang 2 kartu dan skor 1 untuk 1 kartu. ’’Jika skor sama kita akan tentukan menggunakan jarak tempat tinggal dengan sekolah tujuan. Jadi, jaraknya paling dekat yang diambil,’’ tuturnya.

Sementara itu, kata Ludfi, untuk jalur perpindahan orang tua dengan kuota 5 persen tercatat hanya 81 pendaftar dari total pagu 431 kursi. Sedangkan, untuk jalur prestasi kejuaraan pendaftar capai 392 dari pagu 816 kursi. Sesuai mekanisme, calon peserta didik yang tidak diterima di tahap sebelumnya bisa mengikuti tahap berikutnya dengan syarat sudah diverifikasi dan validasi pada jalur yang dipilih. (ori/ron)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *