Jalani Tindakan Kemoterapi Tanpa Iuran Biaya Berkat Program JKN

Published by on

JOMBANG – Penyakit dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia maupun jenis kelamin. Begitu juga yang kini tengah dirasakan Mutmainah (62), warga Kabupaten Jombang yang terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Peserta Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah daerah. Di usianya yang senja ini, Mutmainah harus merasakan penyakit kanker rektum.

Kanker rektum adalah penyakit akibat pertumbuhan abnormal sel-sel pada dinding rektum yang dapat menyebar dan memengaruhi jaringan sekitarnya. “Pada tahun 2021, saya mengalami setiap kali mau buang air besar (BAB) pasti keluar darahnya,” ucap Minah panggilan akrabnya

Kondisi tersebut membuat Mutmainah berat badannya makin hari makin menurun dan dia pun merasa kesulitan karena untuk makan sesuatu. Merasa khawatir atas kondisinya tersebut, oleh keluarga Mutmainah langsung dibawa ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempatnya terdaftar.

“Pertama kali berobat saya ke Puskesmas, langsung di tangani dengan sigap oleh tenaga medis dengan cepat. Keluhan pertama saya adalah perut yang membesar. Kemudian dilakukan pemeriksaan fisik oleh dokter. Dokter menyampaikan bahwa diperlukan perawatn di rumah sakit. Akhirnya diberikan surat rujukan ke RSU Wahidin Sudiro Husodo Mojokerto,” ungkapnya.

Berbekal rujukan tersebut, Mutmainah diantar keluarga pergi ke rumah sakit tempatnya dirujuk untuk mendapatkan pemeriksaan selanjutnya. Setelah melakukan proses administrasi, oleh petugas Mutmainah di arahkan ke poli bedah sesuai dengan rujukan. “Dari bedah kemudian dirujuk ke poli dalam. Saya mengucapkan terima kasih atas pelayanan yang diberikan sangat baik,” ujarnya.

Menurutnya selama dirinya dirawat, pelayanan yang diterimanya tak ada beda dengan pasien umum. Ruangan kamar yang bersih, tenaga medis kesehatan yang ramah dan pelayanan yang baik. “Dokter juga menjelaskan dengan gamblang, untuk penyembuhan saya diberikan obat untuk mengurangi sakitnya,” ceritanya

Namum selama tiga hari minum obat, kondisinya kembali menurun. Sehingga keluarga memutuskan untuk kembali ke rumah sakit. “Di rumah sakit saya langsung menjalani pemeriksaan kolonoskopi dan dilanjutkan dengan CT scan abdomen. Dari hasil pemeriksaan didapati adanya kanker rektum dan harus dirujuk ke rumah sakit provinsi untuk menjalani operasi. Tak terpikirkan saya bisa terkena kanker dan tentunya biaya operasi yang berbiaya mahal,” ujarnya

Mengingat faktor usia saya, oleh keluarga berkonsultasi dengan pihak dokter agar operasinya tidak jauh dari rumah. Kemudian dokter menyarankan kembali untuk pemeriksaan ke poli onkologi. “Dari hasil pemeriksaan di poli onkologi, saya dianjurkan untuk menjalani kemoterapi,” ungkapnya.

Setelah tiga kali menjalani kemoterapi, kondisinya sudah mengalami baik. Mutmainah mulai bisa makan dan BAB sudah tidak mengeluarkan darah. “Setelah menjalani kemoterapi selama delapan kali, saya merasa kondisi kesehatan berangsur pulih, makanpun sudah mulai normal kembali. Minggu ini, saya menjalani kemoterapi dan pemeriksaan yang lain untuk mendapatkan hasil kanker rektum sudah kecil sehingga akan dilakukan operasi di rumah sakit sini saja,” ujar Minah.

Mutmainah bersyukur berkat pengobatan yang dia jalani, dirinya kini dapat kembali beraktifitas dengan membuka warung kembali setelah dua tahun ditinggalkan karena sakit. “Selama menjalani kemoterapi dan pemeriksaan yang lainnya, semua biaya sudah ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Tidak ada iur biaya sama sekali. Terbayang kalau saya tidak mempunyai Kartu JKN, mungkin saya sudah menjual sawah,” ujar Minah.

Dari pengalamannya yang sudah dirasakan, Mutmainah berharap Program JKN ini akan terus berjalan karena manfaatnya sangat bisa dirasakan oleh semua masyarakat yang membutuhkan. “Saya dan keluarga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan BPJS Kesehatan yang telah menyelenggarakan Program JKN yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Semoga Program JKN ini terus berjalan dan selalu meningkatkan pelayanannya. Selama status kartu JKN kita aktif dan kita sudah ikuti prosedur, pasti dijamin BPJS Kesehatan biayanya,” tutupnya. (rn/gy/jamkesnews.com)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *