Ibu Muda Asal Jetis Mojokerto Kelabui Tiga Lelaki

Published by on

Modus Lowongan Kerja, Korban Merugi Rp 28 Juta

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Retno Yuliati, 38, tampak berusaha menahan tangis. Ibu rumah tangga asal Desa Canggu, Kecamatan Jetis, itu didakwa telah melakukan penipuan bermodus lowongan kerja. Korbannya adalah tiga orang dengan kerugian Rp 28 juta.

Dari Lapas Kelas II-B Mojokerto tempatnya ditahan, Retno menghadapi sidang dakwaan secara online, kemarin (24/5). Aksi penipuan itu dilakukan selama Juni-Agustus 2022 silam. Modusnya, dia menawarkan pekerjaan fiktif di PT Surabaya Autocomp Indonesia (SAI), Ngoro, kepada sejumlah korban. ’’Terdakwa mengirim pesan lowongan kerja ke HP saksi korban,’’ kata jaksa penuntut umum (JPU) Sri Widayati Isminingsih.

Sebagai syarat pendaftaran, awalnya korban diminta membayar Rp 2 juta. Setelah sepakat, korban disuruh menunggu kabar selama seminggu. Di sana, terdakwa kembali menghubungi korban. Dia menyuruh agar dicarikan dua pelamar lagi untuk memenuhi kuota penerimaan pekerja. Akhirnya dua orang baru itu masing-masing dimintai uang Rp 3 juta.

Dari proses tersebut, terdakwa kembali meminta uang sebesar Rp 750 ribu sebagai syarat verifikasi. Belum berhenti di situ, terdakwa lagi-lagi meminta uang. Kali ini alasannya agar bisa diangkat sebagai karyawan tetap. ’’Korban diminta bayar lagi Rp 7 juta,’’ imbuhnya.

Tiga bulan berlalu, janji tinggal janji. Pekerjaan yang diharapkan tak kunjung datang. Terdakwa terus berkelit saat dihubungi para korban. Mereka juga mendatangi rumah korban pada 19 September namun tak ada solusi. Hingga akhirnya, karena merasa sudah tertipu, korban melapor ke polisi. ’’Perbuatan terdakwa mengakibatkan kerugian Rp 28.850.000,’’ rincinya.

Para korban penipuan lowongan kerja ini meliputi Adi dengan kerugian Rp 12 juta, Candra dengan kerugian Rp 12 juta, dan Zaenal dengan kerugian Rp 3 juta. Retno kini didakwa dengan Pasal 378 atau 372 KUHP. Selama dakwaannya dibacakan, perempuan yang mendekam di penjara sejak 30 Maret 2023 lalu itu hanya bisa tertunduk. Sesekali dia tampak sedih kesedihan dan berusaha menahan tangis.

Retno membenarkan semua dakwaan yang ditujukan padanya. ’’Saya mengerti dan tidak ada yang keberatan yang mulia,’’ ujarnya menjawab pertanyaan hakim ketua PN Mojokerto Fransiskus Wilfrirdus Mamo. (adi/fen)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *