HUT RSUD Prof dr Soekandar, Bupati Mojokerto Dorong Faskes Rebut Kepercayaan Publik

Published by on

Mojokerto – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menghadiri acara seminar dalam rangka peringatan HUT RSUD Prof dr Soekandar ke-23. Acara digelar di Aston  Hotel & Conference Center pada  Sabtu (13/5/2023) pagi.

Acara seminar kesehatan ini bertajuk ‘Varices and Urolithiasis Detection In Daily Practice’ (Deteksi Varises dan Urolitiasis Dalam Praktek Sehari-hari). Pada momen itu, Bupati Ikfina mendorong penyedia fasilitas kesehatan (faskes) merebut kerpercayaan publik dan meningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.

Bupati Ikfina menyampaikan, ntuk meningkatkan pelayanan kesehatan, maka diperlukan penguatan infrastruktur di segala bidang dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Menurut dia, peningkatan kualitas SDM terdapat ada dua indikator utama.  Pertama, meningkatkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Dan yang kedua, meningkatkannya  Indeks Kesalehan Sosial (IKS). “Maka, bagaimana pemerintahan bisa berjalan dengan baik? itu dinilai dari capaian indikator kinerja yang mencapai target,” katanya.

Bupati memberikan sambutan di acara seminar dalam rangka HUT RSUD Prof dr Soekandar Mojokerto.


Perihal IPM,  Ikfina mengungkapkan ada  tiga komponen pendukung, yakni indeks kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Sedangkan IKS, Angka Harapan Hidup (AHH) menjadi faktor pendukung dalam peningkatan IPM.

Ia menjabarkan, angka IPM di Kabupaten Mojokerto sejak tahun 2018 terus mengalami kenaikan. Data terakhir tahun 2022 mencapai 74,89 persen. Sementara, angka harapan hidupnya adalah 72,93 tahun. ” Jadi rata-rata masyarakat Kabupaten Mojokerto meninggalnya pada usia 72 hingga 73 tahun,” terang Ikfina.

Bupati perempuan pertama Mojokerto ini berharap, kedepannya berbagai program-program di bidang kesehatan  semakin tahun semakin meningkat. Pihaknya berupaya agar AHH semakin meningkat. Tentunya, diperlukan pencegahan penyakit terhadap lansia.


“Kita jalankan bersama-sama saling support antara puskesmas, klinik dengan rumah sakit yang ada di Kabupaten Mojokerto, bagaimana kita bersama-sama melaksanakan pelayanan kesehatan dengan berbagai program kesehatan dengan mengedepankan promotif dan edukatif,” paparnya.

Bupati yang juga seorang dokter menyampaikan  tantangan kesehatan global yang dihadapi saat ini. Antara lain,  perubahan iklim dan cuaca ekstrem dan terjadinya perbedaan layanan kesehatan antar negara maupun ditingkat kota/kabupaten. Ini berdasarkan penilaian WHO.

Tak berhenti disitu , ia ingin faskes bisa menghentikan penyakit menular, memanfaatkan teknologi, dan meraih kepercayaan publik. Sebab, beberapa informasi kesehatan yang menyesatkan di media sosial terus tumbuh subur. “WHO mendorong agar para penyedia layanan kesehatan melawan dengan merebut kepercayaan publik,”ujarnya.

Direktur RSUD Soekandar Djalu Naskutub memberikan kue kepada Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati.


Dalam kesempatan ini,  Bupati Ikfina juga berharap RSUD Prof dr Soekandar terus berbenah dan terus berkembang. Karena rumah sakit pelat merah yang terletak di Kecematan Mojosari itu merupakan  satu-satunya rumah sakit tipe B di Kabupaten Mojokerto.

“Ini nanti  bisa menyelesaikan berbagai masalah, supaya tidak semua nanti larinya ke Surabaya tetapi ke Kabupaten Mojokerto,” pungkasnya.

Pelaksanaan seminar kesehatan ini, turut mengundang dua narasumber yakni dr. Irien Herawati dan dr. Ardhito Rachman dan diikuti sedikitnya 75 peserta dari 7 Rumah Sakit sekitar Mojosari, 5 Klinik, dan 27 Puskesmas se-Kabupaten Mojokerto. Selain itu turut hadir pula Kepala Dinas Kesehatan dr. Ulum Rokhmat Rokhmawan.

 

Artikel HUT RSUD Prof dr Soekandar, Bupati Mojokerto Dorong Faskes Rebut Kepercayaan Publik pertama kali tampil pada Kabar Mojokerto.

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *