Hampir Separo Calon Jamaah Haji Kota Mojokerto Berstatus Risiko Tinggi

Published by on

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Jelang keberangkatan ke Tanah Suci, sebanyak 144 calon jamaah haji (CJH) asal Kota Mojokerto dipastikan sehat. Namun, hampir separo di antaranya berstatus dalam pengawasan karena masuk dalam kelompok risiko tinggi (risti).

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes PPKB Kota Mojokerto drg Citra Mayangsari memastikan kondisi kesehatan seluruh CJH telah terekam. ”Setelah pemeriksaan tahap pertama di puskesmas, sebelum berangkat juga kita lakukan pemeriksaan tahap kedua di rumah sakit,” terangnya, kemarin.

Dari 144 CJH kota, sebanyak 68 orang atau 47 persen harus menjalani pemeriksaan lanjutan ke dokter spesialis. Karena berdasarkan pemeriksaan tahap pertama, mereka masuk dalam kelompok risti karena mengidap sejumlah penyakit. ”68 orang ini sudah kita rujuk dan mendapatkan pemeriksaan dari dokter spesialis di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo,” tandasnya.

Citra menyatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruhnya masih tetap dinyatakan istithaah alias layak untuk terbang ke Baitullah. Meskipun, selama menjalankan rukun Islam kelima itu masing-masing mendapat pengawasan khusus dari tim kesehatan.

Pasalnya, mereka tergolong CJH istithaah dengan pendampingan. ”Artinya, meski masih bisa untuk berangkat, namun dari hasil pemeriksaan ada yang dianjurkan dokter spesialisnya untuk diet dan minum obat,” ulas Citra.

Dijelaskan dia, selain mengidap komorbid, risti kesehatan juga dipengaruhi faktor usia. Pasalnya, dari 144 CJH asal Kota Mojokerto sebagian besar berusia 40-70 tahun sebanyak 123 orang. Selain itu, 7 CJH juga berumur di atas 70 tahun hingga yang paling tua 90 tahun. ”Yang usia 40 tahun ke atas ada yang kondisinya punya riwayat penyakit jantung, hipertensi, dan diabetes. Itu yang banyak,” tuturnya.

Sedangkan yang usianya di bawah 40 tahun hanya 16 CJH dengan usia termuda 25 tahun. Selain CJH reguler tersebut, Kota Mojokerto juga mendapat tambahan 10 CJH cadangan dan mutasi masuk dari luar kota/kabupaten lain.

Sesuai jadwal, Kota Mojokerto masuk dalam kloter 84 di Embarkasi Surabaya (SUB) dengan jadwal keberangkatan ke asrama haji pada 21 Juni. Di samping itu, dinkes juga menurunkan tim kesehatan untuk melakukan pendampingan selama menjalankan ibadah haji hingga kembali ke tanah air 3 Agustus nanti. ”Ada pendamping satu dokter dan dua perawat. Di masing-masing KKJH (kartu kesehatan jamaah haji) nanti bisa diketahui obat apa yang dibutuhkan bagi jamaah yang risti,” pungkas dia. (ram/ron)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *