Gigi Berlubang Bisa Picu Penyakit Hipertensi, Diabetes, dan Jatung

Published by on

Mojokerto – Masalah pada daerah gigi seringkali dianggap sepele. Banyak masyarakat hanya menganggap luka atau infeksi yang terjadi pada gigi sebagai masalah biasa, yang akan sembuh dengan sendirinya.

Namun, siapa sangka, berawal dari gigi berlubang dapat memicu tekena penyakit lainnya seperti hipertensi, jantung koroner, dan diabetes.

Menurut Ahli Gigi Puskesmas Gayaman, Kecamatan Bangsal, Mojokerto, drg Nisaul Afifah, masalah gigi berlubang atau karies gigi sangatlah umu, sehingga kerap diabaikan. Padahal, jika gigi berlubang tidak segera ditangani, risiko komplikasi serius akan semakin meningkat.

Baca Juga :  Kasus Gigi Berlubang Pada Anak Tinggi, Inovasi Bu Cinta Jadi Solusi Pencegahan di Puskemas Gayaman

“Dalam kasus yang parah, kerusakan gigi bahkan dapat berpengaruh terhadap fungsi organ lain seperti jantung dan otak. Gigi berlubang berpengaruh pada kesehatan dan berisiko terkena PTM (penyakit tidak menular), seperti hipertensi jantung koroner, dan diabetes,” kata dia kepada kabarmojokerto.id.

Nisa menyebut,sudah banyak penelitian yang mengaitkan penyakit periodontal (penyakit gigi dan gusi) dengan risiko penyakit jantung koroner. Ia menjelaskan, gusi yang bengkak dan terluka dapat menjadi jalan bagi bakteri mulut untuk memasuki aliran darah. Bakteri dapat terbawa ke jantung dan menyebabkan infeksi pada otot bagian dalam jantung.

“Risiko ini (infeksi  otot jantung) biasanya lebih tinggi pada pengidap gigi berlubang yang mengalami periodontitis. Maka dari itu, penanganan perlu segera dilakukan saat  seseorang menyadari gejala peradangan pada gusi,” jelasnya.

Ia menerangkan, Infeksi bakteri pada aliran darah tidak hanya menyebabkan penyakit jantung, tetapi juga stroke. Kondisi ini terjadi saat bakteri dari gigi terbawa aliran darah menuju otak.

“Ketika aliran darah menuju otak terhambat, risiko stroke akan meningkat. Dalam kasus yang parah, stroke akibat gigi berlubang bahkan dapat berujung pada kematian,” tuturnya.

Lebih parah lagi, apabila seseorang menderita komplikasi diabetes, dapat memengaruhi seluruh anggota tubuh. Tidak hanya lebih berisiko mengalami penyakit jantung dam hipertensi saja. “Penderita diabetes juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami gigi busuk,” ujar Nisa.

Nisa bilang, faktor utama yang memicu seorang penderita diabetes mengalami gigi busuk adalah tingginya karar gula darah. Oleh karena itu, perlu perhatian ekstra bagi para penderita diabetes untuk mengontrol gula darahnya.

Melihat bahaya yang ditimbulkan, penting untuk segera periksa ke dokter jika memiliki gigi berlubang. Tindakan ini dapat mencegah timbulnya komplikasi serius.

Masih kata Nisa, cara mengatasi kerusakan gigi ini tidak bisa hanya dengan mengomsumsi obat sakit gigi atau pereda nyeri. Namun juga harus rutin periksa ke dokter gigi.

Selain itu, juga menghindari makanan yang memperparah sakit gigi. misalnya yang terlalu dingin, panas, manis, atau bertekstur lengket.

“Penanganan gigi berlubang harus dilakukan sedini mungkin. Semakin cepat Anda mengatasinya, makin kecil juga risiko berkembangnya kerusakan gigi ini menjadi komplikasi serius,” tutup Nisa.

Artikel Gigi Berlubang Bisa Picu Penyakit Hipertensi, Diabetes, dan Jatung pertama kali tampil pada Kabar Mojokerto.

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *