Gema Liga, Inovasi Puskesmas Modopuro Tangani ODGJ

Published by on

Mojosari – Puskesmas Modopuro memiliki cara tersendiri untuk menangani dan memecahkan persoalan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang kerap mengalami tindakan diskriminatif seperti penghinaan, pengusiran, sampai penganiayaan. Puskesmas Modopuro menciptakan trobosan Gerakan Mansyarakat Peduli Gangguan Jiwa.

Program ini bertujuan mengatasi masalah kompleks dalam penanganan ODGJ dan keluarganya. Beberapa permasalahan yang berusaha diselesaikan adalah menemukan ODGJ, merawat, hingga bisa kembali produktif.

Kepala Puskesmas Modopuro Edi Gandiriyanto mengatakan, melalui Gema Liga pihaknya melakukan penyuluhan dengan melibatkan lintas progam dan lintas sektor. Penyuluhan dilaksanakan di Posyandu Jiwa yah digelar di desa-desa.

“Program ini bertujuan untuk mengidentifikasi kasus baru dan kekambuhan pasien ODGJ,” katanya.

Menurut dia, ada tiga indikator seseorang bisa dikatakan ODGJ. Yakni, orang yang senang menyendiri, mandi hanya sekali dalam sehari, san bertingkah laku tidak seperti biasanya.

“Kita berikan pendampingan lebih intensif dan menjadikan pasien ODGJ hidup lebih produktif serta bisa hidup berdampingan lebih harmonis dalam kehidupan bermasysrakat,” terang Edi:

Program ini diharapkan mampu berdampak lansung kepada pasien ODGJ dan keluarga. Dengan dibentuknya program inovasi ini cakupan pelayanan kesehatan jiwa dapat meningkat.

“Pengobatan rutin pasien ODGJ lebih teratur, terkendali dan terpantau dikarenakan adanya kerja sama petugas kesehatan, keluarga dan lintas sektor dalam pemantauannya,” papar Edi.

Setelah adanya program ini, lanjut Edi, keluarga dan masyarakat sadar bahwa pasien ODGJ berhak untuk mendapatkan pelayanan dan kasih sayang dalam masyarakat.

Masyarakat bisa melaporkan langsung kepada Puskesmas Modopuro jika mendapati ODGJ. Petugas dari Puskesmas akan turun bersama bidan desa, dan lintas sektor.

“Penanangananya tergantung kebutuhan pasien ODGJ. Bila dia hanya depresi dan membutuhkan motivasi, ya kita berikan motivasi. Dan pastinya kita berikan obat,” terangnya.

Apabila pasien membutuhkan penanganan dokter spesialis, pihak Puskesmas Modopura akan merujuk ke RSUD Prof dr Soekandar, Kecamatan Mojosari, Mojokerto.

Program inovasi ini sudah berjalan mulai Februari 2023. Sejauh ini terdapat 54 pasien yag telah ditangani.  Berkat program ini, dampak sosial yang terjadi adalah pasien ODGJ menjadi lebih kooperatif karena merasa diperhatikan.

Artikel Gema Liga, Inovasi Puskesmas Modopuro Tangani ODGJ pertama kali tampil pada Kabar Mojokerto.

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *