Gelapkan Duit Perusahaan, Manajer Distributor di Mojokerto Dihukum 2 Tahun

Published by on

Selama Tiga Tahun, Sebesar Rp 271 Juta

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Suhartono, 49, dihukum 2 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto. Manajer operasional pada distributor produk jamu dan obat herbal kemasan itu menggelapkan uang perusahaan sebesar Rp 271 juta. Dia tidak menyetorkan ratusan faktur pembayaran dari pelanggan selama tiga tahun.

Dalam sidang putusan kemarin (8/5), Suhartono dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan sebagaimana Pasal 374 KUHP. ’’Menjatuhkan hukuman pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama dua tahun,’’ tegas hakim ketua Syufrinaldi. Terdakwa tidak menyatakan banding. Putusan ini setengah tahun lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU).

Syufrinaldi menyatakan, perbuatan terdakwa mengakibatkan kerugian hingga Rp 196 juta. Dari total Rp 271 juta uang perusahaan yang digelapkan, pria asal Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kenjeran, Surabaya, itu diketahui telah membayar ganti rugi sebesar Rp 75 juta. Pembayaran tersebut dilakukan usai perbuatannya terbongkar.

Sebagaimana dalam dakwaan, Suhartono selaku Manajer Operasional PT Surya Sinar Berlian telah menggelapkan 107 faktur pembayaran senilai Rp 271 juta. Aksi tersebut dilakukan sejak 2009 sampai 2021 saat dirinya bertugas di kantor cabang yang beralamat di Jalan Tropodo, Perum Miji Baru Executive, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Modusnya, terdakwa mengambil uang tagihan dari toko-toko tanpa disetorkan ke perusahaan. Uang pembayaran barang berupa produk-produk dari PT Sido Muncul itu dikantonginya sendiri. Selain itu, Suhartono juga memanfaatkan jabatannya dengan cara menyimpan sendiri uang setoran dari salesman. Selama tiga tahun beraksi, terdapat 107 fatur dari 92 toko yang ia gelapkan.

’’Uang hasil penggelapan digunakan terdakwa untuk keperluan pribadi yaitu membayar tagihan 13 kartu kredit dengan tagihan kurang lebih Rp 15 juta per bulan dan membayar pinjaman online sebesar Rp 1 juta tiap bulan, serta utang-utang lainnya,’’ jelas JPU Kejari Kota Mojokerto Vidya Novianti Charlan. Aksi culas terdakwa terbongkar usai perusahaan melakukan audit eksternal pada April 2022. Dari sana diketahui, terdakwa telah menilap uang perusahaan hingga ratusan juta. (adi/fen)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *