Dua Peserta P3K Kota Mojokerto yang Mundur Terancam Sanksi

Published by on

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Mundurnya dua peserta Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K) Jabatan Fungsional Guru Formasi Tahun 2022 Kota Mojokerto bakal berbuntut panjang. Keduanya terancam mendapatkan sanksi untuk tidak bisa mengikuti seleksi calon aparatur sipil negara (CASN) karena mengundurkan diri setelah penetapan kelulusan.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mojokerto Muhammad Imron mengatakan, kursi jabatan fungsional guru yang ditinggalkan dua peserta P3K dipastikan tidak bisa terisi tahun ini. Pasalnya, Pemkot Mojokerto telah melayangkan usulan untuk formasi 2023 ke pusat. ’’Karena tidak seiring, sehingga tidak bisa kita masukkan (usulan),” terangnya, kemarin.

Pihaknya juga turut menyayangkan mundurnya dua peserta P3K guru formasi 2022 itu. Karena pengajuan pengunduran diri dilakukan setelah pengumuman lulus seleksi. Akibatnya, dari 131 pelamar yang sebelumnya ditetapkan lolos, hanya 129 yang bisa diusulkan penetapan nomor induk P3K.

Imron mengungkapkan, keduanya juga menyampaikan alasan terkait pengunduran dirinya. Satu di antaranya beralasan karena persoalan domisili. Sedangkan satu peserta lainnya mengaku masih mengurus keluarga. ’’Yang satu kebetulan posisi rumahnya ada di Blitar. Kemudian, satunya lagi karena merawat orang tua dan anak yang masih kecil, alasan mengundurkan dirinya itu,’’ ujarnya.

Keduanya kini harus bersiap menerima konsekuensi atas keputusan pengunduran dirinya. Namun, Imron menyatakan masih menunggu keputusan dari kementerian terkait atas sanksi yang akan dijatuhkan kepada dua pelamar yang berstatus lulus seleksi P3K itu. ’’Belum tahu sanksi yang pasti apa, nanti dari pusat yang akan menentukan,’’ paparnya.

Tidak menutup kemungkinan, keduanya terancam tidak bisa lagi untuk mengikuti proses seleksi CASN. Karena KemenPAN-RB akan memblokir nomor induk kependudukan (NIK) untuk pendaftaran. ’’Kalau sanksi biasanya di NIK-nya saat mendaftar akan terblokir. Tapi kita masih belum tahu,’’ pungkas Imron.

Tahun ini, Pemkot Mojokerto kembali mengusulkan untuk membuka rekrutmen P3K. Selain dari jabatan fungsional guru, usulan juga diajukan untuk mengisi tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga teknis lainnya dengan jumlah 149 formasi. (ram/fen)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *