Dua Pengedar Sabu Asal Mojokerto Dituntut 9 Tahun dan Denda 1 Rp Miliar

Published by on

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dua pemain sabu asal Mojokerto Suliono, 34, dan Dwi Prastyo, 30, dituntut hukuman 9 tahun penjara. Keduanya sama-sama terlibat peredaran gelap lantaran menjadi kurir dan tukang ranjau. Dari tangan mereka, disita barang bukti setengah ons sabu.

Suliono didakwa mengedarkan sabu dan pil koplo. Kuli bangunan asal Desa Sadartengah, Kecamatan Mojoanyar, itu diringkus Polres Mojokerto bersama barang bukti 27,22 gram sabu dan satu botol pil koplo pada 23 Januari lalu. Jaksa penuntut Umum (JPU) Kejari Kabupaten Mojokerto Afifah Ratna Ningrum menyatakan, terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 Ayat 2 UU Narkotika dan Pasal 196 UU Kesehatan.

’’Menuntut, menjatuhkan hukuman pidana dengan pidana penjara selama 9 tahun penjara,’’ tegasnya saat membacakan amar tuntutan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto, Rabu (17/5). Selain hukuman penjara, residivis kasus serupa itu juga dituntut denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan kurungan.

Dalam agenda yang sama, Afifah juga menuntut pengendar sabu lainnya, Dwi, dengan hukuman yang sama. Menurutnya, pria asal Dusun Unggahan, Desa/Kecamatan Trowulan, itu bersalah, lantaran menguasai sabu seberat 20 gram. Dwi ditangkap jajaran Ditresnarkoba Polda Jatim pada 17 Januari lalu. Kepada penyidik, sebagaimana dakwaan, Dwi berperan sebagai kurir dan peranjau. ’’Terdakwa mendapat pasokan sabu dari seseorang bernama Usol berstatus DPO,’’ jelasnya.

Sebelum ditangkap, Dwi mengambil paket sabu terbungkus kresek yang diranjau di selokan sekitar Terminal Kertajaya. Sabu sebanyak 50 gram tersebut dibagi menjadi 13 bungkus dan tiga kali diranjau di sekitar kolam Segaran, Trowulan. ’’Dari setiap kegiatan meranjau, terdakwa mendapat keuntungan Rp 500 ribu,’’ tandasnya. (adi/fen)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *